Pantauan di lokasi, spanduk bertuliskan _“Pelaksanaan Reses Ke-III DPRK Aceh Besar Persidangan Ke-III Tahun Sidang 2025-2026 Pada Daerah Pemilihan-III Atas Nama Jailani, http://S.Sos”_ terpasang di depan tempat acara. Jailani tampak berdiri memberikan sambutan di hadapan warga, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. Beberapa peserta terlihat merekam kegiatan tersebut melalui ponsel.
Widget Artikel Samping
Reses merupakan masa kunjungan kerja anggota dewan ke daerah pemilihannya. Tujuannya satu: mendengar langsung keluhan, masukan, dan harapan masyarakat yang tidak selalu bisa tersampaikan di ruang sidang.
“Reses ini adalah jembatan antara kami di DPRK dengan masyarakat. Apa yang disampaikan warga hari ini akan kami catat, kami bawa ke rapat fraksi dan komisi, lalu kami dorong agar menjadi kebijakan,” ujar Jailani dalam sambutannya.
Dalam suasana santai, warga Dapil III memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan berbagai persoalan. Mulai dari infrastruktur jalan desa, akses air bersih, bantuan untuk UMKM, hingga program pemberdayaan pemuda dan keagamaan menjadi topik yang paling banyak disorot.
Jailani menegaskan, sebagai wakil rakyat, tugasnya bukan hanya membuat regulasi, tetapi juga memastikan anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan aspirasi secara terbuka karena itu bagian dari fungsi pengawasan DPRK.
“Silakan sampaikan apa adanya. Tugas kami menampung, memperjuangkan, dan mengawal sampai ada tindak lanjut dari pemerintah daerah,” lanjutnya.
Kegiatan reses ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dengan konstituen. Meja yang dipenuhi hidangan khas Aceh dan minuman hangat menciptakan suasana cair, sehingga diskusi berjalan dua arah tanpa sekat formalitas.
Masyarakat Dapil III yang hadir menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka berharap hasil reses tidak berhenti di catatan, melainkan ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata pada APBK Aceh Besar tahun anggaran berjalan.
Dengan selesainya Reses Ke-III ini, Jailani bersama timnya akan merangkum seluruh aspirasi yang masuk. Rangkuman itu nantinya akan disampaikan pada sidang paripurna DPRK Aceh Besar sebagai bahan dalam pembahasan kebijakan dan pengawasan terhadap kinerja eksekutif.
Reses Ke-III Tahun Sidang 2025-2026 ini menjadi bukti bahwa komunikasi antara legislatif dan masyarakat masih menjadi prioritas. Di tengah dinamika pembangunan Aceh Besar, suara dari bawah seperti inilah yang diharapkan mampu mendorong kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Mau saya buatkan juga versi 300 kata yang lebih singkat untuk rilis WA/Instagram, atau versi 800 kata yang lebih mendalam untuk portal berita?
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News