Jalan Pulang yang Tak Mudah

Foto/Istimewa/ai
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Malam itu, Bunga memberanikan diri menghubungi seseorang yang ia percaya. Ada sesuatu yang ingin ia sampaikan, sesuatu yang selama ini ia pendam karena malu dan takut dinilai orang lain.

Bunga ingin kembali kepada Kumbang. Bukan karena semuanya telah menjadi mudah. Justru sebaliknya. Jalan untuk kembali terasa begitu rumit setelah perceraian yang telah terjadi.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Mereka berdua masih memiliki keinginan untuk bersama, terlebih karena ada anak-anak yang menurut mereka tidak seharusnya menjadi korban dari persoalan orang dewasa. Namun, ada satu persoalan besar yang membuat mereka tidak bisa begitu saja kembali seperti sebelumnya.

Bunga kemudian menceritakan bahwa Kumbang juga sudah berusaha mencari jalan keluar. Bahkan sebelum pergi umrah, Kumbang sempat mencari seseorang yang bersedia membantu.

Namun, orang yang diharapkan ternyata tidak bersedia. Kini Bunga kembali mencoba mencari seseorang. Dengan suara penuh keraguan, ia meminta bantuan untuk menemukan seorang laki-laki yang bersedia menikahinya untuk waktu yang sangat singkat, dengan harapan setelah itu ia dapat kembali kepada Kumbang.

Ia tahu persoalan itu bukan perkara sederhana. Bunga bahkan mengaku takut jika memilih orang yang salah. Ia khawatir laki-laki tersebut tidak mau melepaskannya kembali. Ia juga memikirkan hal lain yang jauh lebih serius: siapa orangnya, bagaimana latar belakangnya, dan apakah orang tersebut dapat dipercaya.

“Bunga takut kalau sama orang sembarangan, nanti dia nggak mau menceraikan Bunga lagi.” Di balik pesan-pesan singkat itu, terlihat jelas kegelisahan seorang perempuan yang sedang berada dalam keadaan terdesak.

Ia sudah mencoba meminta bantuan kepada beberapa orang yang dikenalnya. Namun, semuanya menemui jalan buntu. Ada yang sebenarnya bersedia membantu, tetapi istrinya mengetahui rencana tersebut dan menolaknya. Bunga semakin putus asa.

Ia sadar, persoalan ini bahkan bisa menghancurkan rumah tangga orang lain jika dilakukan tanpa pertimbangan. Namun di sisi lain, ia juga merasa tidak punya banyak pilihan. “Sedih kali Bunga harus kayak gini jalan yang ditempuh.

” Kalimat itu menjadi gambaran perasaan Bunga malam itu. Ia bukan sedang mencari kebahagiaan baru. Ia justru sedang berusaha mencari jalan untuk kembali kepada seseorang yang masih ingin ia cintai dan kepada keluarga yang masih ingin ia pertahankan.

Riza yang mendengar ceritanya pun tidak langsung memberikan jawaban. Ia bertanya apakah Kumbang benar-benar masih ingin kembali. Jawabannya jelas. Kumbang masih ingin kembali kepada Bunga.

Keduanya bahkan siap menghadapi penolakan keluarga. Bagi mereka, anak-anak adalah alasan terbesar untuk mencoba memperbaiki kehidupan yang telah berantakan.

“Mereka cuma ngomong. Nggak ada yang benar-benar peduli sama anak-anak kami.” Namun, keinginan untuk kembali ternyata tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya.

Malam semakin larut. Bunga masih berharap ada seseorang yang benar-benar bisa membantu, sementara Riza hanya bisa menyarankan agar semuanya tidak dilakukan terburu-buru. “Pelan-pelan aja. Jangan buru-buru. Biar mengalir.” Mungkin memang demikian. Tidak semua masalah harus diselesaikan dalam satu malam.

Ada keputusan yang membutuhkan keberanian, tetapi ada pula keputusan yang membutuhkan kehati-hatian. Di balik percakapan malam itu, ada seorang perempuan yang sedang berjuang mencari jalan pulang, seorang laki-laki yang masih ingin menunggunya, dan anak-anak yang tanpa pernah meminta harus berada di tengah persoalan orang dewasa.

Mereka semua berharap pada satu hal: semoga masih ada jalan untuk kembali, tanpa harus membuat luka baru bagi siapa pun. Dan malam itu, pencarian jalan pulang tersebut belum berakhir.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait