ACEH INDEPENDENT, Banyak cara menggapai kehidupan bahagia dunia akhirat, tergantung kita ibarat kapal dilautan yang terkadang terhempas badai yang besar, sehingga kapal menjadi goyah, dengan kekompakan dan kebersaam tim dalam kapal insyaAllah badai bisa kita lalui, berikut tips hidup rukun rezeki lancar semoga bermanfaat
1. Agama
Dalam rumah tangga baik suami atapun istri jangan lupa mendirikan salat, terutama yang wajib yaitu salat lima waktu, jika istri sibuk main hp suami jangan diam ketika sudah masuk waktu salat, ingatkan dia dengan kalimat yang sopan, “Yank dah azan stop dulu main hpnya”, begitu jugan dengan anak-anak kita harus diingatkan ketika waktu salat tiba, caranya dengan terlebih dahulu kita sebagai orang tua melakukan salat terlebih dahulu, perlihatkan pada anak kita, baru kemudian kita perintahkan mereka untuk salat. Karena pada hari kiamat nanti Allah akan membangkitkan kita dalam bentuk menyerupai babi wajah kita, bagi orang yang tidak mendirikan salat.
Jika yang wajib sudah, baru kita bicara yang sunnah, bagi kita kepala keluarga, agar rezeki lancar dan dimudahkan jangan lupa setiap jam 10 pagi kita melaksanakan salat duha 4 rakaat saja, setelah itu jangan lupa membaca doa seribu dinar, insyaAllah dengan izinNya rezeki akan datang dengan cara yang tidak kita sangka-sangka, dan berikutnya rajinlah bersedekah, ketika ada masjid yang lagi dikerjakan usahakan Rp.100 ribu setiap jumat kita infakkan, dan juga kalao ada orang meminta-minta beri mereka seiklasnya, usahakan mereka-mereka yang kekurangan dalam fisiknya aja yang di beri, sperti buta, tak bertangan, karena dipastikan memang mereka tidak bisa bekerja seperti orang normalnya.
2. Ada Yang Mengalah
Jika dalam rumah tangga ada masalah baik itu keuangan, maupun kesalah fahaman dan juga perbedaan pendapat, biasanya istri kan selalu marah-marah, maka dengan itu kita sebagai laki-laki ataupun kepala rumah tangga harus banyak mengalah, dengan cara diam, dan mengiyakan saja, dengan kita mengalah, maka pertengkaran tidak akan terjadi, ibarat api jangan ditambah minyak, suapaya tidak mangkin membakar, ada baiknya kita menjadi air, yang dapat memadamkan api.
3. Saling Menghargai
Jika istri menyampaikan pendapat ataupun masukan apa saja terkait keluarga, maka tampung yang menjadi masukanny, dan beri ia kesempatan untuk merealisasikannya, seperti jika ia bilang, “yah beli rumah kita tunda dulu ya, jangan tahun ini”, maka suami harga itu, terkadang kita tidak tau apa yang menjadi masukkan dari istri, akan menjadi hal yang baik dikemudian hari, jadi kita seabagai suami harus menerima masukan dari istri.
4. Saling Membantu
Istri bukanlah pembantu dirumah kita, kalau kita lihat lebih capek istri sebenarnya dibandingkan dengan suami, jika kita lihat pekerjaan istri dari pagi, mulai menyiapkan sarpan, belanja, memasak, mencuci baju, mencuci piring, menggosok baju, menyapu rumah, wah itu kalau kita lakukan sebagai suami, mungkin sangat capek, sedang suami hanya kerja dikantor habistu pulang, segala sesuatu yang dirumah tak pernah suami kerjakan.
Nah untuk itu, bantu istri kita dirumah, mereka sangat senang dan terbantu dari hal-hal yang kecil, seperti, bilaskan baju di mesin, susun piring di rak piring, pindahkan strika pada tempatnya selah istri selesai menggosok, bantu cuci buah dan potong buah taruk dikulkas, hal seperti ini sebenarnya sangat membantu istri kita agar tidak kelelahan, dan menjaga kesehatannya.
5. Saling Mengingatkan
Jaman sekarang ini banyak orang melakukan salah, apalagi orang seperti kita, yang kadang sesekali cuek dengan keadaan, seperti mendiamkan istri, atau sebaliknya istri mendiamkan suami, sehingga terkadang hal ini bisa terjadi sampai berminggu-minggu, memang ini biasanya terjadi karena ego masing-masing, istri tak mau bicara, suami juga ikut demikian, jadi jangan dibiarkan berlarut-larut, kita sebagai suami hilangkan ego, ketika malam waktu tidur, peluk istri dan cium keningnya, bilang “i love you yank” ajak dia berbicara mana yang salah dari suami tolong diingatkan, sehingga suami bisa instropeksi diri dan tidak terulang kemudian hari.
6. Hindari Kekerasan
Biasanya kekerasan itu timbul karena hilangnya kesabaran pada diri keduabelah pihak baik suami maupun istri, jika suami yang memilih istri ketika masih pacaran, maka suami harus banyak memberi nasihat dan mengalah kepada istri, dan jika istri suka menggunakan tangan ketika marah, seperti membuang makanan dan juga melempar alat rumah tangga, beri dia nasihat bahwa hal itu tidak boleh, apalagi sampai dilihat tetangga, dan bila kita sebagai suami menghadapi hal seperti itu jangan kita melawannya, cukup dengan diam, agar tidak semakin memperparah keadaan. Wallahu a’lam








