Memasuki fase akhir pelaksanaan, pekerjaan pembangunan sarana sanitasi dan air bersih tersebut telah berada pada tahap finishing. Satgas bersama masyarakat terus mengejar penyelesaian pekerjaan secara terukur dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi, fungsi bangunan, dan ketepatan waktu sebagai bagian dari evaluasi akhir.
Widget Artikel Samping
Dari sisi capaian, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan dengan fokus pada penyempurnaan bagian bangunan. Walau menghadapi kendala keterbatasan waktu dan lokasi yang tersebar, Satgas mengatasi tantangan tersebut melalui pengaturan tenaga, pembagian tugas terkoordinasi, serta pelibatan aktif warga.
Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Czi Putut Arianto, menegaskan bahwa percepatan dilakukan tanpa mengabaikan kualitas demi memastikan fasilitas memenuhi standar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Pembangunan lima titik MCK dan sumur bor ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar warga terkait sanitasi dan air bersih. Fasilitas tersebut akan menunjang berbagai aktivitas, termasuk kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan di dayah, kegiatan di meunasah, serta kawasan tempat pemakaman umum (TPU).
Keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang terbatas. Menjelang penutupan program, Satgas fokus melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan agar sasaran fisik tuntas secara optimal.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News