Aceh Utara – Upaya memperkuat vokasi pendidikan berbasis potensi lokal kembali ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, melalui kunjungan kerjanya ke SMKN 1 Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.
Dalam kunjungan tersebut, Murthalamuddin mengulas langsung berbagai hasil karya inovatif siswa, khususnya dalam bidang pengolahan hasil pertanian. Para siswa SMK tersebut berhasil menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah bahan baku dari sektor pertanian menjadi produk bernilai tambah yang memiliki potensi ekonomi.
Kehadiran Kadisdik Aceh disambut antusias oleh pihak sekolah, guru, dan siswa. Ia terlihat berdialog langsung dengan siswa, mendengarkan penjelasan terkait proses produksi, hingga memberikan motivasi agar mereka terus mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat bersaing di pasar.
Menurut Murthalamuddin, langkah yang dilakukan SMKN 1 Cot Girek merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik dan pemanfaatan potensi lokal.
“Anak-anak kita hari ini sudah mampu membuktikan bahwa sektor pertanian bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi yang mandiri dan tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda terhadap dunia pertanian. Jika dikelola dengan inovasi, kreativitas, dan sentuhan teknologi, sektor ini mampu menjadi peluang usaha yang menjanjikan di masa depan.
Dalam peninjauan tersebut, siswa menampilkan berbagai produk makanan berbasis hasil tani yang tidak hanya memiliki kualitas baik, tetapi juga telah dikemas secara menarik. Hal ini menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya belajar produksi, tetapi juga memahami aspek pemasaran dan nilai penjualan produk.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa program pembelajaran di SMKN 1 Cot Girek memang dirancang untuk mengintegrasikan keterampilan teknis dengan kewirausahaan. Para siswa didorong untuk mampu menciptakan produk, mengelola usaha kecil, hingga memahami kebutuhan pasar.
Guru pembimbing juga berperan aktif dalam mendampingi siswa, mulai dari tahap ide hingga proses produksi. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap membuka usaha sendiri.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Aceh terhadap pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan memanfaatkan potensi daerah, seperti sektor pertanian, diharapkan akan lahir generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Murthalamuddin berharap, inovasi yang dibawakan oleh siswa SMKN 1 Cot Girek dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Aceh. Ia juga mendorong adanya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan produk siswa agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Kita ingin lulusan SMK di Aceh menjadi pelaku usaha yang tangguh, kreatif, dan mampu bersaing. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi generasi muda,” tutupnya.
Dengan semangat inovasi yang terus tumbuh, SMKN 1 Cot Girek membuktikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam membangun masa depan. Dari tangan-tangan kreatif siswa, potensi lokal diolah menjadi peluang besar yang menjanjikan.(**)






