Kutacane — Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah melaksanakan kunungan kerja ke Polres Aceh Tenggara, Kamis, 14 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya optimalisasi pelayanan masyarakat melalui pendekatan humanis, profesional, dan responsif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Aceh Tenggara.
Kedatangan Kapolda Aceh bersama Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki disambut hangat oleh Bupati M. Salim Fakhry, Kapolres Aceh Tenggara Yulhendri, unsur Forkopimda, para pejabat utama Polres Aceh Tenggara, tokoh adat, hingga kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Suasana penyambutan berlangsung meriah dan penuh nuansa adat khas Tanoh Alas. Prosesi diawali dengan hormat jajar, penampilan Tari Alas Belo Mesusun, hingga prosesi peusijuk atau tepung tawar kepada Kapolda dan Ketua Bhayangkari sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan dari masyarakat Aceh Tenggara.
Dalam paparannya di hadapan Kapolda Aceh dan rombongan, Kapolres Aceh Tenggara memaparkan kondisi geografis dan situasi kamtibmas di wilayah hukumnya. Kabupaten Aceh Tenggara diketahui memiliki luas wilayah sekitar 4.165,63 kilometer persegi yang terdiri dari 16 kecamatan dan 385 desa dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 228 ribu jiwa. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Kabupaten Langkat, serta Tanah Karo di Sumatera Utara.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa Polres Aceh Tenggara masih menghadapi keterbatasan personel yang cukup signifikan. Dari kebutuhan ideal sebanyak 1.078 personel, saat ini baru tersedia 537 personel aktif sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 541 personel. Sementara kebutuhan PNS Polri sebanyak 95 orang, namun baru terpenuhi tujuh personel.
Meski dengan keterbatasan tersebut, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh Tenggara menunjukkan tren yang positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah gangguan kamtibmas mengalami penurunan drastis dari 444 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 182 kasus atau turun sekitar 59 persen.
Penurunan juga terjadi pada sejumlah tindak pidana konvensional, kejahatan transnasional, hingga kejahatan terhadap kekayaan negara. Namun demikian, kasus perjudian masih menjadi perhatian karena mengalami sedikit peningkatan dari 14 kasus menjadi 15 kasus.
“Kasus narkoba masih menjadi perhatian serius meski secara angka mengalami penurunan. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu, ganja, dan ekstasi dengan tersangka terdiri dari bandar, pengedar, kurir, hingga pengguna,” ujar Kapolres.
Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas di Aceh Tenggara juga menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kecelakaan turun dari 79 kasus menjadi 30 kasus. Penurunan turut terjadi pada korban luka berat, luka ringan, serta kerugian material. Meski demikian, korban meninggal dunia tercatat meningkat menjadi satu orang pada tahun 2026.
Di bidang sosial kemasyarakatan, Polres Aceh Tenggara juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pembinaan warga melalui program “Jumat Berkah” yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu dan warga yang membutuhkan bantuan.
Kapolda Aceh dalam arahannya memberikan apresiasi kepada Kapolres Aceh Tenggara beserta seluruh jajaran atas sinergitas yang terjalin baik dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara sehingga situasi keamanan tetap aman dan kondusif.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada personel kepolisian dan masyarakat yang selama ini terus menunjukkan kekompakan, terutama saat penanganan bencana dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak.
“Semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat,” kata Kapolda.
Kapolda menekankan bahwa optimalisasi pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan melalui kehadiran aktif anggota Polri di tengah masyarakat, baik melalui patroli rutin, sambang desa, hingga kegiatan dialogis yang mengedepankan pendekatan humanis.
Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah melalui penguatan sinergitas bersama pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran kepolisian agar terus meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk mencegah penyebaran hoaks, konflik sosial, peredaran narkoba, perjudian, serta tindak kriminal lainnya.
Kapolda turut meminta agar peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat semakin dioptimalkan dalam menjaga keamanan dan membangun kedekatan dengan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Mapolres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh beserta rombongan melanjutkan agenda silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Iman di Desa Terutung Megara Baru, Kecamatan Lawe Sumur.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh pimpinan pesantren, Bukhari Husni. Momentum itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan kalangan ulama dan lembaga pendidikan dayah dalam menjaga persatuan serta menciptakan suasana damai dan harmonis di Aceh Tenggara.(**)






