Kasatpol PP dan WH Aceh Besar Minta Masyarakat Jauhi Perbuatan Melanggar Syariat Islam

Prosesi uqubat cambuk terhadap terpidana jarimah maisir, bertempat di Halaman Masjid Al-Munawwarah, Kota Jantho, Senin (22/09/2025). FOTO/MC ACEH BESAR
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Kota Jantho – Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, SSTP, MPA, meminta masyarakat menjauhi perbuatan yang melanggar ketentuan syariat Islam.

“Karena konsekuensinya, setiap pelanggaran pasti ada hukuman. Contohnya hari ini, terhukum karena melanggar Jarimah Maisir atau perjudian,” kata Muhajir saat menghadiri eksekusi hukuman cambuk terhadap terpidana kasus jarimah maisir yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Aceh Besar di Halaman Masjid Al-Munawwarah, Kota Jantho, Senin (22/09/2025).

Bacaan Lainnya

Muhajir menambahkan, masih banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan untuk mendukung peningkatan ekonomi.
“Judi online (Judol) bukan solusi. Judol itu sumber masalah dalam kehidupan. Banyak rumah tangga hancur hingga perceraian akibat Judol, maka kita harus bisa ambil hikmahnya,” tegasnya.

Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Jantho sesuai Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Para terpidana telah menjalani masa tahanan, sehingga jumlah cambukan dikurangi sesuai ketentuan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi, menjelaskan:
“Satu terpidana kasus jarimah maisir berinisial ZF menerima 8 kali cambukan dari vonis 10 kali, karena terpidana telah menjalani masa tahanan.”

Ia menegaskan, pelaksanaan hukuman cambuk adalah bentuk nyata komitmen aparat hukum dalam menegakkan syariat Islam di Aceh Besar.
“Uqubat cambuk ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar menaati dan mematuhi Qanun Jinayat,” pungkasnya.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait