Khauri Maulidurrasul di Rumoh Bg Din, Hangat dan Penuh Kekeluargaan

Khauri Maulidurrasul
Suasana dirumah bg Din
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

acehindependent.com, Banda Aceh– Suasana kekeluargaan begitu terasa di kediaman Bg Din, Gampong Laksana, Banda Aceh pada Minggu, 7 September 2025, ketika ia menggelar khauri Maulidurrasul. Acara ini menjadi momen penting tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para sahabat dan kerabat yang hadir untuk mempererat tali silaturahmi.

Undangan acara disampaikan secara sederhana melalui sambungan telepon WhatsApp. Dengan nada akrab khas persaudaraan Aceh, Bg Din menyampaikan ajakan untuk hadir.
“Kajak urumoh beh uroe minggu, pajoh bu cok uroe,” ucapnya ramah. Kalimat singkat namun penuh makna itu sudah cukup membuat saya merasa betapa hangatnya suasana yang akan berlangsung.

Bacaan Lainnya

Ketika hari yang dinanti tiba, tamu undangan mulai berdatangan. Setibanya di lokasi, suasana rumah tampak ramai namun tetap tertata. Hidangan khas Aceh sudah terhidang, aromanya mengundang selera. Namun, yang dicari pertama kali tentu sang tuan rumah.

“Bg Din hoi?” tanya seorang tamu kepada undangan lainnya. Rupanya, tuan rumah sedang berada di dapur. Sebuah hal yang jarang terlihat pada acara serupa, di mana biasanya tuan rumah menunggu di ruang tamu. Namun, kesederhanaan itu justru menambah kesan hangat.

“Oh ajir, silahkan, ureng inong tamong u dalam. Yang agam silahkan aju menikmati hidang,” kata Bg Din sambil menyambut tamu. Dengan senyum tulus, ia mempersilakan hadirin untuk langsung menikmati sajian yang tersedia. Tamu-tamu pun dipersilakan bersalaman, menandai eratnya hubungan yang terjalin.

Hidangan khas Aceh tersaji di meja: nasi, kuah beulangong, gulai, hingga aneka lauk pawuk. Semua tamu menikmatinya dengan penuh kebersamaan. Tidak ada jarak antara tuan rumah dan undangan, semua larut dalam suasana persaudaraan.

Setelah semua rangkaian selesai, para undangan satu per satu berpamitan. “Bg Din, kamoe pamit beh,” ucap salah seorang tamu. “Ok get, selamat,” jawab Bg Din singkat namun penuh kehangatan. Ucapannya sederhana, tetapi terasa tulus.

Di tengah kesibukan zaman, tradisi semacam ini menjadi pengingat penting bahwa silaturahmi harus selalu dijaga. Bagi para tamu undangan, pulang dari acara itu bukan hanya membawa kenyang di perut, tetapi juga hangat di hati.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait