KKB DPO Dilumpuhkan di Puncak Jaya, Sempat Melawan Saat Ditangkap

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan pengamanan di lokasi penindakan anggota KKB di Kampung Wuyukwi, Puncak Jaya, Papua, Senin (20/4/2026). Pelaku yang merupakan DPO kasus penembakan dilumpuhkan setelah sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Puncak jaya – Upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua kembali menunjukkan hasil. Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya berhasil melumpuhkan seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Senin (20/4/2026) sore.

Pelaku berinisial O.E. alias M.E. diketahui terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata yang menewaskan anggota TNI, Sertu Anumerta Ismunandar, dalam insiden penembakan di Kampung Kulirik, Distrik Muara, pada 17 Maret 2024. Berdasarkan catatan kepolisian, ia telah lama menjadi target operasi dan masuk dalam DPO sejak April 2024.

Bacaan Lainnya

Penindakan terhadap O.E. dilakukan di Kampung Wuyukwi, Kabupaten Puncak Jaya, setelah aparat melakukan pemantauan intensif dan memastikan keberadaan target di lokasi tersebut. Saat hendak diamankan, pelaku justru berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa tindakan yang diambil aparat sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Petugas telah melakukan pemantauan dan identifikasi secara matang. Namun saat proses penangkapan, pelaku mencoba melawan dan melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam proses tersebut, pelaku mengalami luka tembak di bagian ketiak kanan yang menembus ke bagian belakang tubuhnya. Aparat kemudian segera mengevakuasi O.E. ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIT.

Penindakan ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Puncak Jaya yang selama ini kerap menjadi lokasi aktivitas kelompok bersenjata.

Menariknya, O.E. bukan kali pertama berurusan dengan aparat. Pada November 2024, ia sempat diamankan dalam kasus yang sama, namun berhasil melarikan diri saat aparat tengah fokus menangani konflik perang suku di wilayah tersebut. Kejadian itu menjadi bahan evaluasi bagi Satgas untuk memperkuat sistem pengamanan dalam setiap operasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk keseriusan negara dalam menindak pelaku kekerasan bersenjata.

“Setiap pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat akan kami tindak secara profesional sesuai hukum yang berlaku. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga keamanan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan memberikan informasi yang akurat kepada aparat.

Hingga saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama aparat kewilayahan masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang berkaitan dengan pelaku. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata serta menjaga situasi keamanan di Puncak Jaya tetap kondusif.

Aparat juga memastikan akan terus meningkatkan patroli dan memperkuat sinergi dengan masyarakat sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan stabilitas keamanan di Papua.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait