Kodim 0108/Agara dan Masyarakat Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tenggara

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam upaya mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama masyarakat kembali melaksanakan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut pada Senin (17/08/2026). Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, ACEH TENGGARA – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam upaya mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama masyarakat kembali melaksanakan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut pada Senin (17/08/2026).

Kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi dan menghubungkan wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akibat kondisi geografis serta medan yang cukup sulit.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Jembatan Gantung Perintis tersebut memiliki panjang sekitar 248 meter dan dibangun sebagai jalur penghubung antara Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah. Jembatan tersebut membentang di atas Sungai Kali Alas yang selama ini menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat dalam melakukan mobilitas dan aktivitas sehari-hari antarwilayah.

Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara, Serma Karmadi, mengatakan bahwa kegiatan pembangunan dilaksanakan secara bersama-sama dengan masyarakat melalui semangat gotong royong. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mempercepat proses pekerjaan sekaligus menjaga kebersamaan dan kekompakan antara TNI dengan warga.

“Hari ini kami bersama masyarakat melaksanakan gotong royong melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis. Kami terus berupaya mempercepat pekerjaan agar jembatan ini dapat segera digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Serma Karmadi.

Dalam pelaksanaannya, personel TNI dan masyarakat bekerja secara bersama-sama sesuai dengan tugas dan kebutuhan di lapangan. Meskipun kondisi medan di sekitar lokasi pembangunan cukup berat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para personel dan warga untuk menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.

Serma Karmadi menjelaskan, pembangunan jembatan membutuhkan kerja sama dan ketelitian karena kondisi lokasi yang berada di kawasan dengan medan cukup menantang. Namun, dengan semangat kebersamaan serta dukungan masyarakat, setiap tahapan pekerjaan terus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Walaupun medan yang kami hadapi cukup berat, personel bersama masyarakat tetap semangat bekerja. Yang terpenting adalah bagaimana jembatan ini bisa segera selesai dan nantinya dapat digunakan masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis ini diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 15.000 warga di wilayah Kecamatan Badar, Kecamatan Darul Hasanah dan Kecamatan Ketambe. Jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan berbagai aktivitas.

Selama ini, kondisi geografis dan keberadaan Sungai Kali Alas menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan tersedianya jembatan tersebut, masyarakat nantinya akan memiliki akses yang lebih mudah dan aman untuk menuju desa maupun wilayah kecamatan lainnya.

Tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung, jembatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik akan mempermudah warga dalam membawa hasil pertanian dan perkebunan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta mendukung aktivitas perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya.

Di bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas warga, terutama bagi anak-anak sekolah, petani, pedagang, maupun masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas pelayanan umum.

Pembangunan jembatan secara gotong royong juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya dalam kegiatan pembinaan wilayah dan komunikasi sosial, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah binaan.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan personel TNI dan masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan. Dengan saling membantu dan bekerja secara bersama-sama, pekerjaan yang dihadapi di lapangan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif, sekaligus mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat.

“Kami berharap setelah selesai nanti jembatan ini benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar aktivitas, meningkatkan perekonomian dan mempermudah hubungan antarwilayah. Ini juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkas Serma Karmadi.

Selama kegiatan berlangsung, kondisi cuaca cukup cerah sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Personel TNI bersama masyarakat tetap melaksanakan pekerjaan dengan penuh semangat, mengutamakan kerja sama dan keselamatan selama berada di lokasi pembangunan.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kumbang Jaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghubung secara fisik antara dua wilayah, tetapi juga menjadi pembuka akses dan peluang baru bagi masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat dan hubungan sosial antarwarga dapat berkembang secara lebih optimal.

Melalui pembangunan tersebut, masyarakat di wilayah Badar, Darul Hasanah dan sekitarnya diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih mudah, aman dan efisien. Kehadiran jembatan juga menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait