Pembersihan dilakukan untuk mengurangi genangan air sekaligus mengangkat endapan lumpur yang masuk ke dalam lubang pondasi akibat hujan. Babinsa bersama warga bekerja secara manual menggunakan cangkul dan sekop, serta memanfaatkan mesin penyedot air untuk mempercepat proses pengeringan.
Widget Artikel Samping
Sertu Turwadi mengatakan, pembersihan dilakukan agar lubang pondasi terbebas dari air dan lumpur sebelum pekerjaan pembangunan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama dalam pengerjaan pondasi yang membutuhkan kondisi lapangan yang sesuai.
“Setelah hujan, lubang pondasi tergenang air dan terdapat endapan lumpur. Karena itu, kami bersama warga bergotong royong mengeringkan air dan mengangkat lumpur agar lubang pondasi kembali bersih dan siap untuk dilakukan pekerjaan selanjutnya,” ujar Sertu Turwadi.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan warga tampak bahu-membahu mengeluarkan air dan membersihkan lumpur yang mengendap di dasar lubang pondasi. Lumpur diangkat menggunakan cangkul dan sekop, kemudian dikeluarkan dari area pekerjaan. Sementara genangan air disedot menggunakan mesin hingga kondisi lubang menjadi lebih kering dan siap dikerjakan kembali.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan Jembatan Gantung Perintis. Dengan semangat gotong royong, pekerjaan pembersihan dapat dilakukan secara bersama sehingga tahapan pembangunan dapat terus berjalan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Di sela kegiatan, Babinsa juga berkomunikasi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi lingkungan dan perkembangan pembangunan jembatan. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan serta memperkuat komunikasi sosial antara Babinsa dan warga di wilayah binaan.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan Pinem, mengatakan bahwa pembersihan dilakukan bersama masyarakat agar kondisi lubang pondasi tetap siap untuk mendukung pekerjaan pembangunan berikutnya.
“Kegiatan ini kami lakukan bersama warga untuk membersihkan lubang pondasi yang menjadi bagian awal dari pembangunan Jembatan Gantung Perintis. Selain membantu kelancaran pekerjaan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk menjaga komunikasi sosial dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat terus dibangun dalam berbagai kegiatan di wilayah binaan. Gotong royong tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
Salah seorang warga Desa Buah Pala mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa bersama masyarakat memberikan semangat tersendiri dalam mendukung pembangunan jembatan yang dibutuhkan warga.
“Kami berterima kasih kepada Babinsa yang selalu bersama warga. Dengan gotong royong seperti ini, pekerjaan menjadi lebih ringan dan kami bisa bersama-sama membantu pembangunan jembatan yang nantinya digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Buah Pala diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses menuju lahan pertanian dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Babinsa bersama masyarakat terus berupaya mendukung setiap tahapan pembangunan sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas yang dibutuhkan warga. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat terus memberikan motivasi, membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News