Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan, kerja sama, dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel TNI dari Koramil jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan dengan melaksanakan pemasangan besi pylon sebagai salah satu komponen utama konstruksi jembatan, Selasa (23/06/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak pagi hari, Babinsa bersama warga telah berkumpul di lokasi pembangunan untuk melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan. Dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, mereka secara bersama-sama mengangkat, merakit, serta memasang rangka besi pylon yang nantinya akan berfungsi sebagai penyangga utama sling atau kabel baja pada jembatan gantung.
Pemasangan besi pylon merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan jembatan gantung. Struktur ini memiliki peranan penting dalam menopang beban jembatan sekaligus menjaga stabilitas konstruksi secara keseluruhan. Oleh karena itu, proses pemasangannya harus dilakukan dengan penuh ketelitian, kehati-hatian, dan memperhatikan aspek teknis agar menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Meskipun medan di sekitar lokasi pembangunan cukup menantang, dengan kondisi geografis yang berbukit dan akses yang terbatas, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para Babinsa dan masyarakat untuk terus bekerja. Kekompakan yang terjalin di antara mereka menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan setiap tahapan pembangunan. Pemandangan kebersamaan antara TNI dan warga yang saling membantu dalam pekerjaan berat tersebut menjadi bukti nyata kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Aceh Tenggara.
Babinsa Desa Kati Maju, Serka Mulyono, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan salah satu program yang sangat dinantikan oleh masyarakat karena keberadaannya akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan warga sehari-hari. Menurutnya, pemasangan besi pylon yang sedang dikerjakan merupakan bagian penting dalam tahapan pembangunan yang harus diselesaikan dengan baik agar proses selanjutnya dapat berjalan lancar.
“Pemasangan besi pylon ini merupakan bagian vital dari pembangunan jembatan karena menjadi penyangga utama kabel baja yang akan menopang konstruksi jembatan. Kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Harapan kami, jembatan ini dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas mereka,” ujar Serka Mulyono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Selain melaksanakan tugas pembinaan teritorial dan menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga hadir untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, termasuk dalam pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akses transportasi yang memadai akan mempermudah mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Jembatan Gantung Perintis yang sedang dibangun ini nantinya diharapkan menjadi sarana penghubung yang aman dan efektif bagi masyarakat Desa Kati Maju maupun desa-desa di sekitarnya. Selama ini, warga sering mengalami kendala ketika harus menyeberangi sungai, terutama saat musim hujan tiba dan debit air meningkat. Kondisi tersebut tidak jarang menghambat aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat akan memiliki akses yang lebih mudah, aman, dan cepat untuk menuju berbagai lokasi penting. Selain itu, hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghasilan utama warga juga akan lebih mudah diangkut menuju pusat pemasaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan masyarakat.
Antusiasme warga dalam mendukung pembangunan jembatan terlihat begitu tinggi. Mereka secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk ikut bergotong royong demi mempercepat penyelesaian pembangunan. Bagi masyarakat, jembatan ini bukan hanya sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol harapan untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka akses yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui kegiatan gotong royong ini semakin mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga. Semangat kebersamaan yang terjalin menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kepentingan umum.
Melalui kerja keras dan sinergi yang terus terbangun antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kati Maju diharapkan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi sarana penghubung yang kokoh, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat dalam mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi, sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah demi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.







