Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaTAKENGON, ACEH INDEPENDENT – Aceh Tengah sedang dilanda defisit? Ya! Lalu bagaimana solusinya untuk mendongkrak PAD? Agaknya memang tidak mesti dengan cara mengelola tambang emas.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menjawab Aceh Independent disela-sela Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) di SMEA Premium Takengon, Selasa (28/7/2026)
Pertanyaan tersebut menyinggung tatkala Pemerintah Daerah Aceh Tengah menggelar audiensi dan paparan calon investor permohonan rekomendasi izin usaha pertambangan eksplorasi komoditas logam (emas), pada Jumat 8 Mei 2026 lalu.
Orang nomor dua di Aceh Tengah tersebut bilang, itu masih dalam konteks kajian. Dan perlu banyak pertimbangan.
“Untuk rekomendasi izin, kayaknya belum ya. Ini masih dalam pertimbangan,” katanya, diamini Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Tengah, Subhan Sahara yang mendampinginya.
Realita yang terjadi soal Aceh Tengah yang mengalami defisit anggaran, Muchsin Hasan tidak menampik kenyataan itu.
Soal kemajuan suatu daerah, adalah bagaimana dapat mengelola kekayaan alamnya; potensi yang dimiliki Tanah Gayo diketahui cukup melimpah. Dan tak mesti dengan eksploitasi tambang emas.
“Tidak harus seperti itu juga. Karena banyak potensi-potensi sumber anggaran lainnya, yang hari ini kita tingkatkan,” katanya.
Melemahnya PAD (Pendapatan Asli Daerah), hingga mengalami defisit, menurutnya tak terlepas dari bencana yang melanda daerah itu.
“Defisit anggaran hingga melemahnya PAD, karena pascabencana. Tetapi tidak harus itu juga (eksploitasi tambang emas) solusinya,” katanya.
Satu sisi, Muchsin bilang, kalau masyarakat tak memberi dukungan terhadap rencana eksploitasi tambang, tidak mungkin pemerintah daerah memaksa. Karena yang penting menjaga alam, demi kemaslahatan masa depan.
“Masih banyak yang lain-lain (untuk mendongkrak PAD). Tidak mesti tambang,” pungkasnya.
Sementara, FGD yang digagas FJL mengusung tema Menjaga Bentang Alam Tanah Gayo : Membangun Kesepahaman untuk Melindungi Hutan, Sumber Air, dan Mata Pencaharian Masyarakat.
Dalam diskusi yang diikuti sejumlah elemen ini, hadir sebagai pemateri Bupati Haili Yoga, diwakili Muchsin Hasan, dengan materi Visi Pemerintah Daerah dalam Menjaga Bentang Alam Aceh Tengah sebagai Penopang Pembangunan Berkelanjutan.
Dan Kapolres Aceh Tengah Muhamad Taufiq diwakili Kasat Reskrim Abdul Mufakhir, dengan materi Penegakan Hukum dalam Melindungi Kawasan Hutan dan Mencegah Aktivitas Pertambangan Ilegal di Aceh Tengah.
Ketua FJL Munandar, menjelaskan forum diskusi tersebut dirancang sebagai ruang temu multipihak untuk merajut kesepahaman atas persoalan bentang alam Tanah Gayo. ()
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






