Pembangunan rumah tersebut merupakan hasil kerjasama Barisan Muda Umat (BMU) dengan Gerakan Dosen Berbagi.
Widget Artikel Samping
Hadir pada acara ini adalah pihak BMU yang dipimpin langsung oleh Abiya Jeunib, ananda dari almarhum Tusop atau Teungku Muzammil, pengurus BMU Dewantara, perwakilan gampong dan perwakilan Muspida dan Muspika kecamatan, perwakilan warga Aceh di perantauan, serta Syech Fadhil.
Abiya Jeunib dalam tausiahnya, mengatakan bahwa BMU merupakan salah satu gerakan yang dicetus oleh almarhum Tusop semasa hidup. Kegiatan ini kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk warga Aceh di perantauan.
“Ini merupakan rumah ke 115 yang sudah diserahkan kuncinya. Rumah ini dibangun saat almarhum Ayah (Tusop-red) masih hidup,” kata Abiya Jeunib.
Sementara itu, Syech Fadhil di sela-sela kegiatan, mengatakan kehadirannya adalah bentuk komitmen dirinya meneruskan cita-cita, pemikiran dan gerakan-gerakan kebaikan almarhum Tusop.
“Mungkin saya bukan imam besar seperti Ayah. Saya jauh di bawah Ayah. Tapi komitmen saya untuk meneruskan cita-cita Tusop adalah nyata,” kata Syech Fadhil.
“Kedatangan saya kesini sebagai bentuk penegasan, bahwa saya komit melanjutkan gerakan-gerakan kebaikan yang sudah dilakukan almarhum,” ujar sahabat Ustadz Abdul Somad ini lagi.(*)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News