BANDA ACEH – Muhammad Zubir resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh. Pelantikan tersebut menjadi penegasan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) selama kurang lebih enam bulan sejak Oktober 2025.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang berlangsung khidmat di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Senin (20/4/2026) pagi. Momen ini tidak hanya menjadi seremoni administratif, tetapi juga penegasan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat struktur kepemimpinan di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain Muhammad Zubir, Wali Kota Illiza juga melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) lainnya, yakni Mohd Ichsan sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dedy Fahrian sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rulli Syahreza sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Hendra Gunawan sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menjawab berbagai tantangan pembangunan kota yang semakin kompleks.
Usai dilantik, Muhammad Zubir mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa tugas yang diemban tidaklah ringan, terlebih di tengah dinamika perkembangan teknologi informasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan transparan.
“Saya bersyukur dan berterima kasih atas amanah ini. Tentu ini menjadi tanggung jawab besar, tetapi saya tidak sendiri. Ada tim yang solid di Diskominfotik yang siap bekerja bersama,” ujar Zubir.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya dalam memperkuat tata kelola informasi, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, Diskominfotik memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital pemerintahan yang efektif dan efisien.
Zubir juga mengakui adanya tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah kota saat ini. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap menghadirkan inovasi dan kinerja optimal.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berbuat maksimal. Justru ini menjadi tantangan bagi kami untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan program,” tegasnya.
Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan di Kota Banda Aceh semakin solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran para pejabat definitif di posisi strategis diyakini akan memperkuat sinergi antar-OPD dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.(**)






