Mutasi Besar-besaran di Aceh, Sekda Ingatkan Ancaman Kemiskinan dan Stunting

Mutasi Besar-besaran di Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, melantik 290 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh, yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025).
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

acehindependent.com , BANDA ACEH – Mutasi besar-besaran di Aceh, Sekda ingatkan ancaman kemiskinan dan stunting, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, melantik 290 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh. Prosesi pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025).

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 113 pejabat menempati posisi eselon III dan 177 pejabat eselon IV. Sekda Nasir menegaskan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal lumrah dalam birokrasi. Tujuannya, untuk menyegarkan kinerja sekaligus memperkuat pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

“Semoga pelantikan hari ini membawa keberkahan bagi Pemerintah Aceh dan masyarakat. Kita butuh energi baru untuk menjawab berbagai tantangan yang ada,” ujar Nasir.

Mutasi Besar-besaran di Aceh, fokus Atasi Kemiskinan, Ekonomi, dan Stunting, Dalam amanatnya, Sekda menekankan bahwa pejabat Pemerintah Aceh memiliki tanggung jawab besar. Saat ini, Aceh masih bergelut dengan persoalan serius, mulai dari kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga stunting.

“Aceh masih berada di posisi termiskin, dengan angka kemiskinan 12,33 persen atau setara 740 ribu orang dari total 5,5 juta penduduk,” ungkapnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Aceh baru mencapai 4,5 persen—masih jauh tertinggal dari rata-rata nasional. Kondisi stunting pun disebut masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk ditangani.

Realisasi APBA Jadi Sorotan
Nasir juga mengingatkan pentingnya percepatan realisasi APBA 2025. Hingga kini, realisasi belanja baru berada di angka 58,1 persen dari target 61 persen.

“Masih ada deviasi 3 persen. Jangan sampai setelah pelantikan justru realisasi anggaran stagnan,” tegasnya.

Menurut Nasir, percepatan realisasi belanja pemerintah berkaitan erat dengan upaya penurunan kemiskinan dan pengangguran. Jika belanja tersendat, maka program pengentasan pun ikut terhambat.

“Saya minta bapak ibu segera mengambil langkah cepat. Berkoordinasilah dengan kepala SKPA masing-masing agar program berjalan sesuai target, terutama untuk percepatan realisasi anggaran dan penurunan angka kemiskinan,” pungkas Sekda Aceh.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait