Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, ACEH INDEPENDET – Di usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo bersiap menjalani Piala Dunia keenam bersama Portugal. Dua tahun lebih muda darinya, Lionel Messi akan berusia 39 tahun saat Argentina memainkan laga kedua fase grup melawan Austria.
Nama-nama seperti Luka Modric, Manuel Neuer, dan Edin Dzeko yang telah menginjak usia 40 tahun juga masih diperkirakan menjadi andalan negara masing-masing di Piala Dunia 2026.
Karena itu, bukan hal yang mustahil jika Son Heung-min masih tampil di Piala Dunia berikutnya pada 2030. Namun, mengingat usianya kini 33 tahun dan performanya tentu tidak akan sama empat tahun lagi, muncul pertanyaan besar: apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhir Son bersama Korea Selatan di panggung terbesar sepak bola dunia?
Awal Perjalanan di Piala Dunia
Dua belas tahun lalu, Son pertama kali tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu ia masih berusia 22 tahun, berambut pirang mencolok dan mengenakan nomor punggung 9, jauh berbeda dengan nomor 7 yang kini identik dengannya.
Turnamen tersebut menjadi salah satu penampilan terburuk Korea Selatan sejak 1998. Mereka hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan melawan Belgia, Aljazair, dan Rusia.
Kala itu Son baru mulai bersinar setelah pindah dari Hamburg ke Bayer Leverkusen. Ia belum menjadi pusat perhatian utama karena masih ada pemain senior seperti Koo Ja-cheol, Ki Sung-yueng, dan Park Chu-young.
Momen Ikonik Lawan Jerman
Empat tahun kemudian di Rusia 2018, Son datang sebagai pemain yang jauh lebih matang. Bersama Tottenham Hotspur, ia sudah menjadi salah satu bintang Liga Inggris.
Meski Korea Selatan kalah dari Swedia dan Meksiko pada dua laga awal, mereka menciptakan kejutan besar saat menghadapi juara bertahan Jerman di laga terakhir grup.
Dalam pertandingan bersejarah itu, Korea Selatan menang 2-0. Son mencetak gol kedua setelah berlari hampir setengah lapangan dan memasukkan bola ke gawang kosong ketika Manuel Neuer maju membantu serangan Jerman.
Sayangnya kemenangan tersebut tidak cukup membawa Korea Selatan lolos ke babak berikutnya.
Belakangan Son mengaku sempat menangis karena mengira timnya berhasil lolos, sebelum akhirnya menyadari hasil pertandingan lain membuat mereka tetap tersingkir.
Membawa Korea Selatan ke 16 Besar
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Son datang sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Ia baru saja menjadi pemain Asia pertama yang meraih Sepatu Emas Liga Inggris bersama Mohamed Salah.
Meski harus bermain dengan masker pelindung akibat cedera wajah, Son kembali menjadi tumpuan Korea Selatan.
Setelah imbang melawan Uruguay dan kalah dari Ghana, Korea Selatan wajib menang atas Portugal pada laga terakhir grup.
Dalam momen dramatis, Son menggiring bola dari area pertahanannya sendiri sebelum memberikan assist brilian kepada Hwang Hee-chan yang mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Kemenangan tersebut membawa Korea Selatan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2010.
Namun perjalanan mereka berakhir setelah kalah 1-4 dari Brasil yang tampil superior.
Satu Bab Terakhir untuk Son?
Kini Son memasuki Piala Dunia keempatnya dalam fase akhir karier. Jika belum memasuki musim dingin kariernya, setidaknya ia sudah berada di penghujung musim gugur.
Meski demikian, kapten Korea Selatan itu masih menjadi pemain paling berpengaruh di tim. Bersama LAFC di MLS, Son masih menunjukkan kemampuan menciptakan momen-momen ajaib yang dapat mengubah jalannya pertandingan.
Korea Selatan juga memiliki sejumlah pemain berkualitas seperti bek Bayern Munchen Kim Min-jae, gelandang serang Paris Saint-Germain Lee Kang-in, Hwang In-beom, dan Lee Jae-sung.
Undian grup yang cukup bersahabat memberi harapan besar bagi Taegeuk Warriors. Mereka tergabung di Grup A bersama Ceko, tuan rumah Meksiko, dan Afrika Selatan.
Bahkan sebelum turnamen dimulai, kisah Son di Piala Dunia sudah menjadi perjalanan yang luar biasa. Namun masih ada satu bab terakhir yang bisa dituliskannya.
Setelah bertahun-tahun memikul harapan seluruh bangsa Korea Selatan di panggung sepak bola terbesar dunia, Son Heung-min pantas mendapatkan satu momen kejayaan terakhir.
Dan momen itu mungkin saja hadir di Piala Dunia 2026.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






