BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus memperkuat arah kebijakan ekonomi daerah dengan berpartisipasi aktif dalam Forum Ekonomi Aceh April 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh, Senin (27/4/2026).
Dalam forum strategi tersebut, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Besar, Achsani Taqwim, S.Sos., MPM, hadir sebagai perwakilan pemerintah daerah untuk menyerap berbagai isu dan rekomendasi kebijakan ekonomi terkini.
Forum yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha ini menjadi wadah penting dalam merumuskan strategi penguatan ekonomi daerah di tengah dinamika global dan nasional. Sejumlah topik utama yang dibahas antara lain pengendalian inflasi, penguatan sektor riil, digitalisasi perekonomian, hingga peningkatan investasi daerah.
Achsani Taqwim menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemkab Aceh Besar dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkaya perspektif dan menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah kebijakan ekonomi nasional.
“Forum ini sangat penting sebagai ruang untuk bertukar gagasan dan mendapatkan wawasan terbaru terkait strategi penguatan ekonomi. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan ekonomi di Aceh Besar agar lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif di tingkat lokal.
Seiring dengan keikutsertaan dalam Forum Ekonomi Aceh 2026, Pemkab Aceh Besar menunjukkan komitmennya dalam membangun perekonomian daerah yang tangguh, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan ke depan.(**)






