Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk intervensi Pemko untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah gejolak harga pasar.
Widget Artikel Samping
“Pasar Murah ini kami hadirkan sebagai solusi nyata agar warga dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pasar murah ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, khususnya pada strategi komoditas pangan.
Adapun paket sembakonya meliputi Beras 10 Kg seharga Rp 109.000, Minyak Goreng 2 Liter Rp 40.000, Gula 1 Kg Rp 16.000, serta Telur (30 Butir) seharga Rp 42.000, masyarakat hanya perlu membayar total Rp 207.000 per paket, di mana Pemko Banda Aceh memberikan subsidi sebesar Rp 80.000 per paketnya.
“Inisiatif ini juga melibatkan kolaborasi dengan Bulog Aceh. Kehadiran Pasar Murah diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam menekan laju inflasi daerah,” pungkas Bukhari. (TM)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News