Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) memperluas jejaring akademik nasional, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama 15 sekolah pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Kesepakatan strategis tersebut berlangsung di Universitas Udayana, Bali, Senin (26/10/2026). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) USK.
Penandatanganan kerja sama ini diwakili langsung oleh Direktur SPs USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P. Kegiatan tersebut digelar di sela-sela Rapat Kerja Forum Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Indonesia yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-34 Sekolah Pascasarjana Universitas Udayana pada 26–27 Oktober 2026.
Kerja sama besar ini melibatkan 16 perguruan tinggi yang membentang dari wilayah Aceh hingga Maluku, yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Negeri Padang, Universitas Jambi, Universitas Tadulako, Universitas Mataram, Universitas Negeri Makassar, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Halu Oleo, Universitas Palangkaraya, Universitas Tanjungpura, serta Universitas Pattimura selaku Ketua Forum.
Direktur SPs USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., menegaskan bahwa kemitraan lintas wilayah ini tidak sekadar menjadi ajang perluasan jejaring kelembagaan di atas kertas, melainkan harus diwujudkan dalam program aksi yang terukur.
“Kerja sama ini menjadi peluang besar bagi SPs USK untuk menghadirkan kegiatan akademik yang terukur dan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan magister maupun doktor. Kami ingin mendorong pertukaran dosen, riset kolaboratif, hingga pelibatan penguji eksternal lintas institusi demi memperluas wawasan akademik mahasiswa,” ujar Prof. Muslim.
Di bidang pendidikan, kesepakatan ini membuka ruang pertukaran dosen, penyelenggaraan kuliah tamu, hingga pelibatan dosen mitra sebagai pembimbing tesis, promotor atau ko-promotor disertasi, serta penguji eksternal. Sementara di sektor riset, para pihak bersepakat mengembangkan riset bersama, penulisan artikel ilmiah, penerbitan buku, dan penguatan pengelolaan jurnal bereputasi.
Lebih lanjut, Prof. Muslim Akmal menambahkan bahwa implementasi kolaborasi ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap target capaian institusi serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi ini, kami di SPs USK berupaya menerjemahkan setiap poin kesepakatan menjadi program kerja yang memiliki sasaran jelas. Ini bukan hanya untuk mendukung capaian IKU USK, tetapi juga wujud komitmen kami terhadap SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,” tegasnya.
Untuk memastikan kesepakatan berjalan efektif, setiap kegiatan akan diturunkan ke dalam dokumen Implementation Arrangement (IA) yang memuat target teknis, pelaksana, jangka waktu, dan skema pembiayaan. PKS ini berlaku selama lima tahun dan akan dievaluasi berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setahun pada pertemuan FORPIMPAS.
Ke depan, SPs USK mendorong seluruh program studi magister dan doktor di lingkungannya untuk segera mengidentifikasi calon mitra dan menyusun program kerja prioritas, sehingga kolaborasi 16 pascasarjana ini mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






