Prabowo Soal Dolar AS: “Rakyat Desa Enggak Pakai Dolar”

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan masyarakat desa tetap kuat menghadapi gejolak ekonomi global karena tidak bergantung langsung pada dolar AS.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik lewat pernyataannya yang santai namun penuh pesan saat menghadiri kegiatan bersama masyarakat dan pejabat daerah di Nganjuk, Jawa Timur. Di tengah memanasnya isu ekonomi global, penguatan dolar Amerika Serikat (AS), hingga kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia, Prabowo justru memilih merespons dengan nada optimistis.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung berbagai narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami “collapse”, chaos, atau krisis akibat tekanan ekonomi internasional. Namun menurutnya, kekuatan utama Indonesia justru berada di akar rumput, yakni masyarakat desa yang hidup dengan sistem ekonomi nyata dan produktif.

Bacaan Lainnya

“Rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” ujar Prabowo yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.

Pernyataan itu sontak menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai ucapan tersebut bukan sekadar candaan, melainkan sindiran halus terhadap kepanikan berlebihan menghadapi fluktuasi ekonomi global.

Ekonomi Desa Dinilai Lebih Tangguh

Prabowo menekankan bahwa masyarakat desa pada dasarnya memiliki daya tahan ekonomi yang kuat karena kebutuhan utama mereka bersumber dari hasil produksi sendiri. Selama pangan tersedia dan energi tetap aman, roda kehidupan masyarakat diyakini akan terus berjalan.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam, lahan pertanian, serta masyarakat yang produktif. Karena itu, gejolak nilai tukar dolar AS tidak serta-merta langsung memukul kehidupan masyarakat di pedesaan.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pandangan pemerintahan Prabowo yang ingin memperkuat ekonomi berbasis rakyat, pertanian, pangan, dan koperasi sebagai fondasi utama ketahanan nasional.

Sentilan untuk Narasi “Indonesia Chaos”

Dalam beberapa waktu terakhir, isu pelemahan ekonomi global memang menjadi perhatian dunia. Konflik geopolitik, ketidakpastian pasar internasional, inflasi global, hingga perang dagang membuat banyak negara menghadapi tekanan berat.

Di Indonesia sendiri, media sosial ramai dengan berbagai prediksi soal potensi krisis ekonomi dan ancaman pelemahan rupiah. Namun Prabowo tampak ingin menenangkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menakut-nakuti.

Ia menilai Indonesia memiliki karakter berbeda dibanding negara lain karena ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat dan ekonomi masyarakat yang bergerak hingga tingkat desa.

“Kalau pangan aman, energi aman, rakyat tetap bekerja, ekonomi akan jalan,” menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Prabowo dalam pidatonya tersebut.

Sempat Bercanda Soal Menteri Keuangan

Dalam suasana santai, Prabowo juga sempat melontarkan candaan mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan bahwa di tengah situasi global yang penuh tekanan, sang menteri masih bisa tersenyum menghadapi keadaan.

Candaan itu membuat suasana acara semakin cair dan mengundang tawa para tamu undangan. Gaya komunikasi Prabowo yang lugas dan sederhana dinilai menjadi salah satu alasan pidatonya mudah diterima masyarakat.

Respons Publik Beragam

Pernyataan Prabowo langsung viral di berbagai platform media sosial. Sebagian masyarakat menganggap ucapan tersebut sebagai bentuk optimisme dan upaya menenangkan rakyat di tengah situasi global yang tidak pasti.

Namun ada juga yang menilai bahwa meski masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan dolar AS secara langsung, dampak penguatan dolar tetap bisa dirasakan melalui kenaikan harga barang impor, BBM, pupuk, hingga kebutuhan pokok tertentu.

Terlepas dari pro dan kontra, pidato tersebut kembali menunjukkan bagaimana isu ekonomi kini bukan hanya menjadi pembahasan para ahli dan pejabat, tetapi juga konsumsi publik luas yang terus mengikuti perkembangan kondisi global.

Pernyataan Prabowo di Nganjuk itu pun menjadi simbol pesan bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan ekonominya sendiri, terutama sektor pangan, pertanian, dan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi penyangga utama kehidupan masyarakat.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait