Jembatan gantung sepanjang 248 meter dengan lebar 1,2 meter ini sangat dinantikan untuk mempermudah mobilitas warga, terutama petani, pekebun, dan anak-anak sekolah.
Widget Artikel Samping
Kehadiran jembatan ini juga memangkas jarak tempuh warga sehingga tidak perlu lagi menggunakan jalur memutar yang memakan waktu dan biaya besar.
Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, menyatakan jembatan ini akan memperlancar aktivitas dan mendongkrak perekonomian warga.
Personel Babinsa dan warga setempat terus bergotong royong menyelesaikan tahap akhir, seperti pembuatan pagar pengaman, pengecatan tali sling, dan tiang pylon.
Sinergi antara TNI dan masyarakat ini memperkuat semangat kebersamaan dalam mempercepat penyelesaian proyek.
Hubungan baik ini juga diharapkan berlanjut dalam merawat fasilitas jembatan setelah rampung.
Dengan progres 94,5 persen, antusiasme warga kian tinggi menanti jembatan dapat segera digunakan.
Warga menyambut gembira karena jembatan ini akan mempermudah pengangkutan hasil panen dan perjalanan sekolah anak-anak.
Biaya transportasi hasil pertanian pun diprediksi akan lebih hemat dan efisien.
Selain ekonomi, akses pendidikan juga semakin mudah dijangkau oleh anak-anak.
Partisipasi aktif dan gotong royong warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur ini.
Optimisme masyarakat sangat tinggi terhadap dampak jangka panjang jembatan ini bagi kesejahteraan wilayah.
Pekerjaan yang tersisa kini berada di tahap akhir menjelang peresmian.
Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan menjadi simbol kemajuan dan harapan baru bagi warga Kecamatan Badar dan Darul Hasanah.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News