Panen kelapa tersebut merupakan hasil dari pengelolaan lahan SAE yang selama ini dikerjakan secara bersama-sama oleh petugas Rutan dan warga binaan. Keberhasilan panen menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian yang dijalankan di lingkungan Rutan Majene mampu memberikan hasil yang nyata sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para WBP.
Widget Artikel Samping
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memanen hasil pertanian, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk karakter, disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar mengelola lahan pertanian secara langsung mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen.
Dengan demikian, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Rutan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kompetensi dan kemandirian warga binaan. Hasil panen kelapa ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik,” ujar Christy.
Kegiatan panen turut diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta petugas pembina kemandirian yang selama ini mendampingi warga binaan dalam mengelola lahan SAE. Seluruh proses panen berlangsung dengan semangat kebersamaan, mencerminkan sinergi antara petugas dan warga binaan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang produktif.
Program pembinaan berbasis pertanian yang dijalankan Rutan Majene juga menjadi bagian dari implementasi program akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, berbagai komoditas pertanian terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi media pembelajaran bagi warga binaan.
Selain menghasilkan produk pertanian, keberadaan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi juga diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun mental kewirausahaan warga binaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana dan kembali berbaur dengan masyarakat.
Keberhasilan panen kelapa ini menjadi motivasi bagi Rutan Kelas IIB Majene untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Melalui pembinaan yang terarah, Rutan Majene optimistis dapat mencetak warga binaan yang lebih mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan panen berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Rutan Kelas IIB Majene dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembinaan warga binaan yang produktif.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News