ACEH INDEPENDENT, ACEH BARAT DAYA – Satu Korban Ombak Ujong Manggeng Ditemukan Meninggal, Satu Remaja Masih Dicari, Operasi pencarian terhadap dua remaja putri yang terseret ombak di Pantai Ujong Manggeng, Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan pencarian sejak Senin sore, tim gabungan berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (30/6/2026) pagi.
Korban yang ditemukan diketahui bernama Aida (14), warga Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya. Jasad korban ditemukan mengapung di tengah laut sekitar pukul 09.15 WIB, dengan jarak kurang lebih satu mil dari bibir Pantai Ujong Manggeng, lokasi awal kedua korban dilaporkan terseret arus.
Penemuan tersebut menjadi kabar duka bagi keluarga korban yang sejak sehari sebelumnya terus menanti kabar sambil berharap adanya keajaiban. Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Abdya, personel TNI, BPBD, Basarnas, nelayan setempat, serta masyarakat terus menyisir perairan menggunakan perahu dan melakukan pemantauan dari sepanjang garis pantai.
Kapolres Aceh Barat Daya melalui Kasat Polairud AKP Nurdi membenarkan penemuan jasad korban tersebut. Menurutnya, korban pertama kali terlihat mengapung oleh tim pencarian saat proses penyisiran laut berlangsung.
“Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia. Lokasi penemuan sekitar satu mil dari bibir pantai dan tidak terlalu jauh dari titik awal korban terseret arus,” ujar AKP Nurdi.
Setelah berhasil dievakuasi menggunakan perahu, jenazah Aida langsung dibawa ke daratan. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka guna dimakamkan.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih terus memfokuskan pencarian terhadap seorang korban lainnya, Maida Fitri (12), warga Gampong Ladang Panah, Kecamatan Manggeng, yang hingga kini masih belum ditemukan.
AKP Nurdi mengatakan seluruh unsur yang terlibat akan terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area penyisiran, baik di laut maupun di sepanjang pesisir pantai, dengan mempertimbangkan arah arus dan gelombang.
“Kami akan terus memaksimalkan pencarian terhadap satu korban lainnya. Seluruh personel bersama nelayan masih melakukan penyisiran hingga korban ditemukan,” katanya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu kedua korban bersama anggota keluarganya sedang berekreasi dan mandi di Pantai Ujong Manggeng.
Awalnya suasana pantai terlihat aman dan dipenuhi pengunjung yang memanfaatkan libur untuk berwisata. Namun, dalam hitungan detik keadaan berubah mencekam ketika gelombang besar datang secara tiba-tiba dan menyeret kedua remaja tersebut ke tengah laut.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Teriakan minta tolong dari keluarga dan para pengunjung menggema di lokasi kejadian. Warga yang berada di sekitar pantai sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus dan tingginya ombak membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Laporan kejadian segera diteruskan kepada aparat kepolisian dan instansi terkait. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pencarian hingga malam hari, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali sejak Selasa pagi.
Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat dan gelombang laut sedang tinggi. Orang tua juga diimbau untuk memberikan pengawasan ketat terhadap anak-anak yang bermain atau mandi di laut guna menghindari kejadian serupa.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap Maida Fitri masih terus berlangsung dengan harapan korban segera ditemukan.(**)








