Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Prestasi membanggakan Provinsi Aceh di bidang pendidikan kembali ditorehkan oleh tim riset siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh.
Mereka sukses meraih satu medali emas dan satu medali perak pada ajang bergengsi 6th World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2026.
Kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Pancasila Jakarta, bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini diikuti oleh 248 tim yang mewakili 10 negara, dan berlangsung dari tanggal 5 sampai 14 Agustus 2026.
Kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh, Muhibbul Khibri MPd, kepada media ini pada Senin (30/8/2026) mengatakan bahwa kompetisi yang dilakukan secara luring ini merupakan wadah adu gagasan dan inovasi terbesar bagi para ilmuwan muda.
Ia menyebutkan, negara-negara yang mengikuti kompetisi tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, China, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia selaku tuan rumah.
Muhibbul menjelaskan, seluruh tim berlaga dalam tujuh bidang strategis yang terbagi ke dalam kategori elementary, secondary, dan university.
“Di tengah persaingan ketat dengan negara-negara raksasa sains, dua tim dari SMA Negeri 1 Banda Aceh berhasil memukau dewan juri internasional melalui riset yang memadukan kearifan lokal dan inovasi ramah lingkungan,” kata Muhibbul.
Medali emas berhasil ditorehkan oleh tim SMA Negeri 1 Banda Aceh pada kategori Social Science melalui riset berjudul “The Thread of Tolerance: Developing Acculturated Gayo-Chinese Apparel Design for Cultural Sustainability and Economic Empowerment.” Tim ini menyoroti harmonisasi budaya Gayo dan Tionghoa.
Riset tersebut tidak hanya menawarkan pelestarian warisan budaya melalui desain busana, tetapi juga mengulas potensi pemberdayaan ekonomi lokal.
Tim peraih medali emas ini beranggotakan Ihsan Langit Ramadhan, Jessica Julian Kosasih, Norish Danila, dan Siti Hawa, dengan guru pembimbing Lora Sandita SPd.
Sementara itu, inovasi kulit jeruk bali berhasil mempersembahkan medali perak pada kategori Life Science melalui judul “Potential of Grapefruit (Citrus Maxima) Peel Extract as a Natural Photoprotective Agent in Sunblock Preparation.”
Inovasi ini menawarkan solusi cerdas dan ramah lingkungan di bidang kesehatan kulit berkat kerja keras Khalisa Maghfirah Muthmainnah, Khansa Abdul, Nayla Fatatun Malichah, dan Syarifah Nurusysyifa, dengan guru pembimbing Fathiya Nufus MPd.
Limbah kulit jeruk bali (grapefruit) berhasil diolah menjadi ekstrak pelindung alami dari sinar ultraviolet (UV) untuk bahan sunblock.
Muhibbul menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi para siswa. Kemenangan ini membuktikan bahwa kearifan lokal Aceh dan kepedulian terhadap lingkungan mampu diakui dan diapresiasi oleh komunitas ilmiah global.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






