Sosok Pria Purwokerto “Mengembara” Ke Takengon Berniaga Bonsai

Jurnalisa menerima dua pohon mini yang disebut lebih dari sekedar tanaman hias. Tapi juga melambangkan harmoni. Koleksi dagangan Oke, sosok pria asal Purwokerto ini masih banyak. (Foto Yusra Amri Daud)

ACEH INDEPENDENT – Mengadu nasib tak mesti ke ibu kota. Yang namanya mencari rezeki dengan cara berniaga; juga bisa ke pelosok negeri. Kuncinya adalah mau berusaha; walau harus “mengembara”.

Itulah perumpamaan yang tersemat di hati Oke Prianto. Warga Purwokerto, Jawa Tengah ini, meninggalkan keluarga di kampung asalnya untuk jualan bunga bonsai.

Bacaan Lainnya
Ads

Oke telah menjelang seminggu berada di Takengon. Dia dihampiri sedang di bawah pohon pembatas halaman Gedung Olah Seni (GOS), atau beberapa langkah dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Tengah, Senin (8 Juni 2026) siang.

Pria 34 tahun ini tidak mengembara sendirian ke Takengon. Dia datang dengan dua rekannya.

Jenis bonsai yang dijual adalah beringin, bambu tasbih, sri rezeki, hokiantea, dan melati. Harganya variatif. Dari puluhan hingga seratusan ribu.

“Sudah 13 yang laku sejak mulai jualan di Takengon ini,” imbuh bapak dua anak ini sambil tersenyum.

Dia berharap masyarakat Takengon akan banyak yang berminat membeli dagangannya. Oke tampak yakin, setelah beberapa bulan dilanda bencana alam, roda perekonomian warga setempat kembali menggeliat.

Oke mengaku sempat mendengar kabar akan ada event tradisional Gayo di dataran tinggi itu. “Saya dengar akan ramai,” katanya.

Meski harga dagangannya telah diberi bandrol, “kurang-kurang dikit, bolehlah!”. Untuk penghobi bonsai, terkadang harga bukan penghambat.

Beberapa warga yang kebetulan melintas di kawasan itu, tampak penasaran. Sebagian sekedar tanya-tanya. Ada pula langsung “jatuh cinta”.

Usai melayani pembeli, Oke bersiap mengayunkan langkah ke arah Kantor Dinas Keuangan Aceh Tengah. Sebelumnya dia menanyakan alamat tersebut. Katanya, kerabatnya tempat menginap berpesan agar datang ke sana.

Oke perlahan memasukkan dagangannya ke dalam kardus. Menyusun sedemikian rupa. Lalu menaruhnya di pundak.

“Saya jalan duluan bang ya,” ucap Oke, seraya mengucapkan terimakasih.

Kegigihan warga Purwokerto tersebut menjelajahi Takengon untuk berniaga bonsai melahirkan kekagumam tersendiri bagi Jurnalisa. Mantan Ketua Dewan Kesenian Bener Meriah ini diketahui adalah salah seorang wartawan senior di Tanah Gayo.

“Awalnya tadi saya sempat penasaran,” kata Jurnalisa yang setengah jam sebelumnya melihat sosok lelaki menawarkan bonsai kepada warga melintas di simpang lampu merah dan sekitar Tugu Aman Dimot.

“Lalu jumpa lagi di sini. Ternyata juga dapat menjadi inspirasi hari ini,” ungkap Jurnalisa.

Bagi Jurnalisa, sosok yang barusan dikenalnya tersebut, adalah penjelajah. Mengembara untuk berjuang “demi kau dan si buah hati”. Justru karenanya; satu sisi membeli bukan hanya ingin memiliki. Tapi juga berbagi rezeki. ()

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait