Stafsus Presiden: Pemerataan Teknologi AI untuk UMKM Daerah Harus Dimaksimalkan

Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh  – Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, menegaskan pentingnya pemerataan adopsi teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), bagi pelaku UMKM di seluruh daerah, tidak hanya di kota-kota besar. Hal ini disampaikannya dalam acara silaturahmi di Banda Aceh, Minggu (10/5).

“Jangan sampai teknologi yang baik yang mempercepat produktivitas itu hanya dirasakan di kota-kota besar. Teknologi ini harus dirasakan juga di daerah-daerah lainnya,” ujar Tiar, saat Diskusi bersama pengurus Karang Taruna Aceh, Minggu (10/5) di Banda Aceh.

Bacaan Lainnya

Ia memaparkan bahwa sepanjang 2024 hingga 2025, pemerintah telah membawa berbagai program adopsi teknologi gratis ke sejumlah daerah, seperti Palembang, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan lainnya. Menurutnya, UMKM yang telah menggunakan AI mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan.

“AI bisa digunakan untuk mengedit foto, mengedit video, membuat caption, bahkan untuk brainstorming. Di kota besar, ini sudah menjadi keseharian. Kami dorong program gratis ini ke daerah, khususnya untuk UMKM,” jelasnya yang didampingi Ketua Karang Taruna Aceh, Ismet Tanjung.

Kunjungannya ke Banda Aceh dan rencana ke Bireuen kali ini, kata Tiar, juga dalam rangka kerja sama dengan Yayasan Kita Bisa, sebuah platform teknologi penyaluran bantuan sosial yang berpartner dengan Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah peresmian sejumlah titik sumber mata air bersih. Menurutnya, Presiden memiliki kepedulian tinggi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk air bersih.

Tiar menekankan pentingnya kolaborasi multistakeholder dalam setiap program. “Kolaborasi harus terjadi dengan berbagai unsur: pemerintah pusat dan daerah, stakeholder swasta (seperti Yayasan Kita Bisa), BUMN (seperti Telkom), serta masyarakat termasuk Karang Taruna dan PII untuk pemeliharaan dan operasional sehari-hari,” jelasnya.

Ia mencontohkan kerja serupa yang pernah dilakukan di Majalengka, Jawa Barat, di mana pengeboran air bersih melibatkan Telkom dan Karang Taruna setempat.

“Pertemuan hari ini adalah bagian dari silaturahmi. Tak kenal maka tak sayang. Saya harap ini menjadi awal diskusi yang baik, terutama dengan teman-teman muda dari PII dan Karang Taruna,” pungkas Tiar.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait