Sudaryono Akui Boosting Konten MBG Rp199 Juta Pakai Uang Pribadi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono angkat bicara terkait pemberitaan mengenai belanja iklan di platform Meta yang nilainya disebut mencapai hampir Rp200 juta dan dikaitkan dengan dirinya. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono angkat bicara terkait pemberitaan mengenai belanja iklan di platform Meta yang nilainya disebut mencapai hampir Rp200 juta dan dikaitkan dengan dirinya.

Berdasarkan data yang tercantum dalam Meta Ads Library, belanja iklan yang dikaitkan dengan Sudaryono tercatat sekitar Rp199 juta. Sejumlah iklan tersebut memuat konten yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program pemerintah yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Sorotan terhadap belanja iklan tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Sudaryono. Ia mengakui memang melakukan boosting atau promosi berbayar terhadap sejumlah konten di media sosial.

Menurut Sudaryono, langkah tersebut dilakukan dengan tujuan memperluas jangkauan informasi mengenai berbagai hal positif terkait pelaksanaan Program MBG. Ia menilai penyebaran informasi melalui media sosial menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat di tengah tingginya intensitas pemberitaan dan percakapan publik mengenai program tersebut.

Yang ditegaskan Sudaryono, biaya untuk melakukan boosting konten itu tidak bersumber dari anggaran pemerintah maupun anggaran Badan Gizi Nasional.

Ia menyebut biaya tersebut dikeluarkan menggunakan uang pribadinya.

“Salahnya apa? Saya boosting pakai uang saya sendiri, bukan pakai anggaran,” kata Sudaryono melalui akun Instagram @dardardar_30, Jumat (25/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono sebagai respons atas pemberitaan yang menyoroti besarnya nilai belanja iklan pada platform Meta. Ia menegaskan bahwa aktivitas promosi konten yang dilakukan merupakan inisiatif pribadi dan tidak menggunakan dana negara.

Ingin Informasi Positif MBG Lebih Luas

Sudaryono menjelaskan, dirinya memiliki kepentingan untuk ikut menyebarluaskan informasi mengenai hal-hal positif yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut dia, perkembangan sebuah program di ruang publik tidak hanya ditentukan oleh pemberitaan formal, tetapi juga oleh bagaimana informasi tersebut berkembang di media sosial. Karena itu, ia memilih melakukan boosting agar informasi mengenai pelaksanaan dan sisi positif MBG dapat menjangkau lebih banyak pengguna media sosial.

Di sisi lain, Sudaryono menilai informasi yang beredar di media sosial tidak selalu menggambarkan suatu kegiatan secara utuh. Menurutnya, pihak yang telah bekerja dengan baik pun dapat memperoleh pemberitaan atau pembingkaian yang bernada negatif di ruang digital.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan alasan Sudaryono memilih menggunakan strategi promosi digital untuk memperluas distribusi konten yang menurutnya memberikan informasi positif mengenai MBG.

Belanja Iklan Jadi Sorotan

Sebelumnya, angka belanja iklan yang mencapai sekitar Rp199 juta menjadi perhatian setelah tercatat dalam Meta Ads Library. Platform tersebut menyediakan informasi mengenai iklan yang ditayangkan di ekosistem Meta, termasuk sejumlah data terkait iklan tertentu.

Dalam kasus ini, sejumlah iklan yang dikaitkan dengan Sudaryono diketahui berkaitan dengan konten Program Makan Bergizi Gratis. Besarnya nilai belanja iklan kemudian memunculkan pertanyaan di ruang publik mengenai sumber pembiayaan aktivitas promosi tersebut.

Sudaryono memberikan klarifikasi bahwa biaya tersebut berasal dari kantong pribadinya. Dengan demikian, ia membantah penggunaan anggaran pemerintah untuk aktivitas boosting yang dilakukannya.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program yang terus mendapat perhatian masyarakat, baik terkait pelaksanaan di lapangan maupun komunikasi publik mengenai manfaat dan perkembangannya. Tingginya perhatian tersebut membuat berbagai informasi mengenai MBG juga ramai beredar di media sosial.

Dalam situasi seperti itu, aktivitas komunikasi digital menjadi bagian penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Namun, terkait belanja iklan yang tercatat di platform digital, data Meta Ads Library pada dasarnya menunjukkan informasi mengenai aktivitas iklan, sementara penjelasan mengenai sumber dana dalam kasus ini diberikan langsung oleh Sudaryono.

Sudaryono pun menegaskan kembali bahwa dirinya menggunakan dana pribadi untuk melakukan boosting. Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan karena ingin informasi positif mengenai MBG turut mendapat ruang dan jangkauan yang lebih luas di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

Klarifikasi Sudaryono tersebut kini menjadi bagian dari perbincangan publik mengenai penggunaan media sosial dalam menyampaikan informasi program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan adanya penjelasan tersebut, isu utama yang disampaikan Sudaryono adalah sumber pembiayaan boosting yang menurutnya berasal dari uang pribadi, bukan dari anggaran pemerintah.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait