REDELONG – Kabupaten Bener Meriah di bawah pimpinan Tagore Abubakar kembali mencatat upaya terobosan baru. Kali ini dengan menyambut pengembangan Proyek Independent Power Producer (IPP).
Hal tersebut dengan datangnya perwakilan PT. ETI (Enviromate Technology International), ke bawah kaki Gunung Api Burni Telong itu, Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan resmi PT. ETI diterima Tagore bersama Wabup Armia di ruang kerja Bupati Bener Meriah.
Perwakilan dari PT. ETI yang datang adalah Mr. Deng- Xi., Mr. Guo Yaofeng., Mrs. Yan Youngfu.
PT. ETI memaparkan rencana pelaksanaan site visit dalam rangka pengenalan lokasi dan studi awal teknis untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 4. Direncanakan akan mendukung ketersediaan energi bersih dan berkelanjutan di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Tagore menyambut baik rencana kunjungan lapangan yang akan dilakukan oleh PT. ETI, setelah mendengarkan paparan tersebut.
Tagore menegaskan Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah siap memberikan dukungan penuh terhadap proses pengembangan proyek itu. Diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan kontribusi nyata, bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan infrastruktur energi di Kabupaten Bener Meriah,” ujar Tagore.
Pihak PT. Enviromate Technology Internasional menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintahan Bener Meriah. Dan menegaskan komitmen perusahaan untuk mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam setiap tahap proyek.
Dalam pertemuan ini, juga tampak Plt. Sekda Armansyah, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra Khairmansyah, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Samusi Purnawira Dade, Plt. Kabag Prokopim Sabardi, Tim Staf Ahli Bupati T. Islah, Jawahir dan Sandri.
Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah awal perencanaan site visit lokasi pengembangan Proyek IPP PLTA Peusangan 4.
Dilansir dari kosadata.com, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), resmi meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 milik PT PLN (Persero).
Dokumen strategis ini menjadi peta jalan pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional selama satu dekade ke depan, sekaligus membuka keran investasi swasta secara masif.
Bahlil Lahadalia mengungkapkan, hingga 2034, proyek ketenagalistrikan yang akan dibangun mencapai total kapasitas 69,5 gigawatt (GW).
Dari jumlah tersebut, sekitar 73 persen atau setara 50,7 GW akan digarap oleh Independent Power Producer (IPP) atau pihak swasta.
“Investasi (pembangkit) Rp.2.000 triliun lebih. IPP-nya sebesar Rp1.566,1 triliun atau sekitar 73 persen, ini yang diswastakan,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Sabtu, 31 Mei 2025. (*)





