Tiga Remaja Aceh Singkil Hilang, Pencarian Diperluas hingga Labuhanhaji

Tiga remaja asal Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, hingga Kamis (27/8/2026) belum diketahui keberadaannya setelah dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Senin (24/8/2026). Keluarga ketiga remaja tersebut kini masih melakukan pencarian di kawasan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  ACEH SELATAN – Tiga remaja asal Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, hingga Kamis (27/8/2026) belum diketahui keberadaannya setelah dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Senin (24/8/2026). Keluarga ketiga remaja tersebut kini masih melakukan pencarian di kawasan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan.

Ketiga remaja yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Damanhuri (15), warga Desa Sebatang, serta Aldi Bancin (16) dan Basri Malau (17), keduanya warga Desa Petambakan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Hilangnya ketiga remaja tersebut membuat keluarga dilanda kecemasan. Sejak mengetahui anak-anak mereka tidak kunjung kembali ke rumah, para orang tua berusaha mencari informasi dengan menghubungi sanak saudara, kerabat, hingga perangkat desa.

Menurut keterangan Bahasa, ayah Damanhuri, sebelum diketahui berada di luar daerah, ketiga remaja tersebut sempat meninggalkan kampung dengan berjalan kaki. Dalam penelusuran keluarga, diketahui pula telepon genggam milik ketiganya telah digadaikan kepada warga dengan nilai sekitar Rp400 ribu per unit.

Informasi tersebut kemudian menjadi petunjuk bagi keluarga untuk memperluas pencarian. Penelusuran berikutnya mengarah pada dugaan bahwa ketiga remaja tersebut kemudian menggunakan kendaraan umum menuju arah Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Ketiga remaja itu diketahui sempat menaiki mobil atau bus sewa dengan rute Singkil–Tapaktuan. Kebetulan, sopir kendaraan yang membawa mereka ternyata dikenali oleh orang tua ketiga remaja tersebut. Namun, pada saat itu sang sopir tidak mengetahui bahwa tiga penumpang yang dibawanya merupakan anak dari Bahasa (39), Alimuddin (50), dan Sabarudin (38).

Setelah informasi tersebut ditelusuri lebih jauh, keluarga mendapatkan keterangan bahwa ketiganya tidak terus berada di dalam kendaraan yang sama. Mereka disebut sempat transit dan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain.

“Hasil konfirmasi, sopir bus mengaku jika ketiga remaja turun di kawasan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan. Namun, sampai sekarang belum diketahui secara pasti ke mana tujuan mereka setelah turun,” ujar Bahasa kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Sejak Selasa (25/8/2026), orang tua ketiga remaja tersebut langsung berangkat menuju Labuhanhaji untuk mencari keberadaan anak-anak mereka. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah kawasan yang diduga pernah didatangi ketiganya.

Dalam upaya tersebut, keluarga juga mendapat pendampingan dari anggota kepolisian Polsek Labuhanhaji, Polres Aceh Selatan. Aparat bersama keluarga terus berusaha mengumpulkan informasi dari masyarakat dan menelusuri lokasi-lokasi yang dianggap memiliki kaitan dengan keberadaan ketiga remaja tersebut.

Bagi keluarga, pencarian ini bukan sekadar mencari keberadaan tiga anak yang pergi dari rumah, tetapi juga menjadi perjuangan untuk memastikan keselamatan mereka.

Bahasa mengaku dirinya bersama keluarga berada dalam kondisi penuh kecemasan. Sebagai seorang ayah, ia berharap ketiga remaja tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.

“Sebagai orang tua, hati dan perasaan kami dilanda kekhawatiran mendalam atas hilangnya putra-putra kami. Cucuran air mata beriring doa senantiasa tercurah dalam upaya pencarian,” kata Bahasa melalui sambungan telepon.

Ia mengatakan, dirinya bersama keluarga belum berniat kembali ke Aceh Singkil sebelum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan ketiga remaja tersebut.

Menurutnya, para ibu dari ketiga remaja tersebut juga terus menunggu kabar dari lokasi pencarian. Kekhawatiran semakin besar karena hingga hari ketiga pencarian, belum ada informasi pasti mengenai lokasi ketiganya.

Keluarga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Damanhuri, Aldi Bancin, dan Basri Malau dapat segera memberikan informasi kepada keluarga atau pihak kepolisian.

Pihak keluarga juga mengimbau masyarakat di wilayah Labuhanhaji dan sekitarnya untuk ikut membantu memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan ketiga remaja tersebut.

Pencarian hingga Kamis (27/8/2026) masih terus dilakukan. Keluarga bersama kepolisian berupaya memperluas penelusuran sembari menunggu informasi baru yang dapat menjadi petunjuk untuk menemukan ketiga remaja asal Aceh Singkil tersebut.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait