Sejumlah peneliti terkemuka dunia turut hadir dalam konferensi skala internasional ini. Mereka adalah Prof. Jean Philippe Avouac dari Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP), Assoc. Prof. Anawat Suppasri, Ph.D dari perwakilan International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS), Tohoku University, dan Prof. Yann Klinger dari Kepala Lab Tektonik di Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP).
Widget Artikel Samping
Lalu Kepala BMKG Dr. A. Fachri Radjab, S.Si., M.Si., Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, Kepala CVGHM (Centre for Volcanology and Geological Hazard Mitigation). Selain itu, turut hadir pula Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Perwakilan dari BNPB, Firza Gonalba, serta mitra institusional dari berbagai belahan dunia.
Kepala UPT Mitigasi Bencana USK, Prof. Dr. Muksin, S.Si., M.Si., mengatakan, kegiatan ini sangatlah penting karena memahami proses zona subduksi sangat krusial bagi Indonesia sebagai negara yang dikelilingi aktivitas seismik dan vulkanik di sepanjang Cincin Api Pasifik.
Diriny mengungkapkan, peristiwa global baru-baru ini termasuk gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 di Selandia Baru menyoroti kebutuhan mendesak untuk memajukan penelitian ilmiah tentang gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan bencana ikutan seperti tanah longsor.
Karena itulah, kegiatan ini mengusung tema utama “From Geohazard Science to Disaster Risk Reduction” yang berarti “Dari Ilmu Bahaya Geologi hingga Pengurangan Risiko Bencana”.
Tema ini selaras dengan visi USK, dan slogan TDMRC yaitu Communicating Science and Enhancing Resilience yang berarti mengkomunikasikan Ilmu Pengetahuan dan Meningkatkan Ketahanan, serta sejalan dengan slogan USK “Building Resilience-Based” yang baru saja diluncurkan.
“Tema proyek ini sejalan dengan arah visi USK dan motto TDMRC. Jadi konferensi internasional ini bertindak sebagai jembatan penghubung antara penelitian akademis dan implementasi mitigasi bencana secara praktis,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA M.Phil, menyampaikan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor serta membangun jejaring riset yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan kebencanaan di tanah air.
Ia menegaskan bahwa kerja sama erat antara dunia akademik, lembaga riset, dan pemerintah daerah maupun nasional menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa setiap kajian geosains dapat diimplementasikan secara nyata untuk melindungi masyarakat luas.
Dirinya berharap pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama ilmiah dan menghasilkan temuan penelitian yang dapat meningkatkan ketahanan.
“Dukungan dan kehadiran para pakar dari berbagai universitas terkemuka ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam mitigasi bencana yang adaptif terhadap karakteristik wilayah Indonesia,” ucapnya.
Kegiatan ini juga merupakan upaya USK dalam mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada SDG 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities): Menjadikan kota aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News