Kegiatan yang didukung oleh hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI ini dipimpin oleh Ns. Zulkarnaini, M.Kep., bersama tim pakar lintas disiplin dari Fakultas Keperawatan dan FMIPA USK, yaitu Ns. Dara Febriana, Ph.D., dan apt. Rena Meutia, M.Si.
Widget Artikel Samping
Ketua Tim PKM USK, Ns. Zulkarnaini, menekankan bahwa kader kesehatan merupakan ujung tombak dalam menjaga kesejahteraan lansia di tingkat desa. Ia berharap pelatihan ini mampu mengubah peran kader dari sekadar pendamping menjadi penggerak kesehatan yang proaktif.
“Penguatan kapasitas kader adalah langkah strategis. Pendampingan ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga bertujuan membangun kemandirian lansia melalui keterlibatan aktif keluarga dan komunitas,” ujar Zulkarnaini.
Dalam rangkaian pelatihan yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 9 Juli 2026 tersebut, kader dibekali tiga kompetensi utama: pendampingan holistik (fisik dan psikososial), manajemen obat rasional untuk mencegah polifarmasi, serta keterampilan klinis dasar seperti penggunaan tensimeter digital dan alat cek kadar gula darah.
Terkait pentingnya pemantauan obat yang sering luput dari perhatian, pakar kefarmasian tim PKM USK, apt. Rena Meutia, M.Si., menambahkan bahwa ketepatan konsumsi obat adalah kunci kualitas hidup lansia.
“Prinsip yang paling penting adalah memastikan seluruh penggunaan obat tetap rasional, aman, dan terpantau. Kartu kendali obat yang kami perkenalkan menjadi instrumen sederhana namun efektif bagi kader untuk memastikan dosis dan jadwal minum obat lansia tepat sasaran,” jelas Rena.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, Tim PKM USK juga menyerahkan satu paket peralatan kesehatan dasar kepada Posyandu Lansia Gampong Rumpet. Peralatan tersebut diharapkan dapat mempermudah kader dalam melakukan pemantauan kesehatan rutin setiap bulan secara konsisten.
Geuchik Gampong Rumpet, Darussamin, menyambut baik sinergi antara pihak universitas dan pemerintah desa ini. Ia berharap program yang akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2026 tersebut dapat menjadi model percontohan bagi desa lain dalam menciptakan layanan kesehatan yang lebih responsif bagi warga lanjut usia.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News