FKep USK Hadirkan Inovasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dan Wisatawan di Sabang

FKep USK Hadirkan Inovasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dan Wisatawan di Sabang
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Piala Dunia ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  FKep USK Hadirkan Inovasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dan Wisatawan di Sabang, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) mempertegas komitmen pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui serangkaian agenda strategis di Kota Sabang. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), hingga Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Rangkaian agenda diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan FKep USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., bersama mitra baru, yakni Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Prof. Teuku Tahlil menegaskan bahwa langkah ini merupakan pondasi bagi keberlanjutan kolaborasi di masa depan. “Penandatanganan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Tahlil.

Implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Di Puskesmas Cot Ba’U, tim pengabdian FKep USK memberikan edukasi kepada 30 ibu balita terkait pentingnya pemberian MPASI yang tepat dan imunisasi lengkap untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Selain fokus pada kesehatan ibu dan anak, FKep USK juga menyentuh aspek keselamatan kerja bagi petugas kebersihan di bawah naungan DLHK Kota Sabang. Sebanyak 20 petugas dibekali edukasi mengenai Budaya Kerja Aman melalui optimalisasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ns. Farah Diba, MScPH., salah satu pemateri, menekankan pentingnya kesadaran akan risiko kerja bagi para petugas di lapangan. “Edukasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit akibat kerja sekaligus menekan angka kecelakaan kerja melalui standar penggunaan APD yang benar,” jelas Farah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, FKep USK melaksanakan penelitian kolaboratif bersama BPKS. Fokus utamanya adalah memetakan kesiapsiagaan petugas BPKS dalam memberikan pertolongan pertama (first aid) bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Sabang.

Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi basis data dalam penyusunan program pelatihan berbasis kebutuhan yang lebih spesifik, sekaligus akan dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi. Melalui serangkaian kegiatan ini, FKep USK berharap dapat menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta standar keselamatan di Kota Sabang.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait