Wali Kota Illiza Tanam 30 Pohon di Hutan Kota Tibang pada APEKSI 2026

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menanam pohon bersama peserta APEKSI di Hutan Kota Tibang, Selasa (21/4/2026), sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ruang terbuka hijau di Banda Aceh.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui aksi nyata penanaman pohon di kawasan Hutan Kota Tibang, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), sekaligus simbol kepedulian bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di ibu kota Provinsi Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turut hadir langsung dan ikut menanam pohon bersama para peserta kegiatan. Sebanyak 30 batang pohon ditanam di kawasan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat ruang terbuka hijau serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Illiza menyampaikan bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kehidupan. Pohon yang ditanam hari ini diharapkan mampu tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan, mulai dari menghadirkan kesejukan udara, menjaga keseimbangan ekosistem, hingga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Menanam pohon adalah merawat kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi yang diusung dalam APEKSI, di mana pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan bersatu dalam aksi nyata untuk menjaga lingkungan. Penanaman pohon di Hutan Kota Tibang diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi.

Selain itu, keberadaan hutan kota memiliki peran strategis sebagai paru-paru kota yang mampu menyerap polusi, mengurangi dampak pemanasan global, serta menjadi ruang rekreasi dan edukasi bagi warga. Dengan bertambahnya jumlah pohon yang ditanam, kawasan ini diharapkan semakin asri dan memberikan manfaat ekologis yang signifikan bagi Kota Banda Aceh.

Momentum ini sekaligus memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara pembangunan, tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Semangat “Banda Aceh Kota Kolaborasi” pun tercermin melalui aksi sederhana namun berdampak besar ini.

Ke depan, Pemerintah Kota Banda Aceh berencana terus mendorong kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh warga kota.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait