Warga Banda Aceh Antusias Serbu Gerakan Pangan Murah

Warga Kota Banda Aceh antusias mengantre membeli paket sembako subsidi pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di Masjid Al Hidayah, Gampong Lampulo, Jumat (15/5/2026). Program tersebut membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh – Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (P2KP) di halaman Masjid Al Hidayah, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Jumat (15/5/2026). Sejak pagi buta, ratusan warga telah memadati lokasi demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar.

Program yang digelar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir. Warga rela mengantre sejak usai salat Subuh agar memperoleh kupon pembelian paket sembako murah yang jumlahnya terbatas.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga, Sri Ramadhani, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, harga pangan yang dijual pemerintah jauh lebih terjangkau sehingga mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

“Harga pangan yang ditawarkan lebih murah, jadi lebih terjangkau,” ujar Sri usai membeli paket sembako.

Ia mengaku datang lebih awal bersama tetangga dan kerabatnya demi mendapatkan kupon antrean. Antusiasme masyarakat, kata dia, menunjukkan bahwa program seperti ini memang sangat dibutuhkan warga, khususnya menjelang hari besar keagamaan ketika harga bahan pokok cenderung meningkat.

“Kami antre kupon sejak habis subuh biar kebagian. Alhamdulillah dengan adanya subsidi dari pemerintah sangat membantu kami membeli kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sri berharap program subsidi pangan, pasar murah maupun operasi daging murah dapat lebih sering dilaksanakan di berbagai wilayah Kota Banda Aceh agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Semoga program seperti ini sering dibuat karena sangat membantu masyarakat kecil,” tambahnya.

Tingginya antusiasme warga juga tampak dari panjangnya antrean masyarakat di sejumlah stan penjualan. Para ibu rumah tangga terlihat membawa tas belanja besar, sementara sebagian lainnya datang bersama anggota keluarga untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga hemat.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turut meninjau langsung pelaksanaan GPM di Lampulo. Kehadirannya sekaligus memastikan proses distribusi pangan berjalan tertib, aman dan tepat sasaran.

Illiza mengatakan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama pada momentum hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat meningkat tajam.

“GPM ini terus kita laksanakan secara berkelanjutan, apalagi pada momentum hari-hari besar Islam. Program ini memang sangat ditunggu masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasca musibah meteorologi basah yang melanda beberapa waktu lalu, Kota Banda Aceh turut mengalami dampak terhadap stabilitas harga bahan pokok. Kondisi tersebut memicu kenaikan inflasi yang cukup dirasakan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya menghadirkan solusi nyata melalui Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran.

Menurut Illiza, melalui program tersebut pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga serta menjalankan ibadah menjelang Idul Adha dengan lebih tenang.

“Hari ini kami menyediakan 1.200 paket sembako. Mekanismenya masyarakat mengambil kupon terlebih dahulu lalu menukarkannya dengan paket pangan murah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan sebelumnya kegiatan serupa telah digelar di Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, dengan jumlah paket yang sama dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas penting dengan harga subsidi, di antaranya beras premium 5 kilogram seharga Rp59 ribu, minyak goreng 2 liter Rp36 ribu, gula pasir 2 kilogram Rp30 ribu dan telur ayam satu papan Rp40 ribu.

Jika ditotal, satu paket kebutuhan pokok tersebut hanya dibanderol Rp165 ribu, jauh lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran saat ini.

Program GPM menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kebijakan seperti ini dinilai sangat membantu masyarakat kecil dan menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah kebutuhan rakyat.

Selain membantu warga memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Warga berharap program serupa terus diperluas ke berbagai gampong lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait