Angkatan BSG, ZLS, dan STS Aceh Serahkan Santunan untuk Keluarga Almarhum Aipda Jonni Rahmad

Keluarga besar angkatan BSG, ZLS, dan STS Aceh yang menyerahkan santunan kepada istri almarhum Aipda Jonni Rahmad di rumah duka di Kabupaten Pidie Jaya, Senin, 12 Oktober 2026. Almarhum Aipda Jonni merupakan personel Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, yang dikenal atas aksi sosial dan kepeduliannya kepada masyarakat. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  Sigli — Keluarga besar angkatan BSG, ZLS, dan STS Aceh yang menyerahkan santunan kepada istri almarhum Aipda Jonni Rahmad di rumah duka di Kabupaten Pidie Jaya, Senin, 12 Oktober 2026. Almarhum Aipda Jonni merupakan personel Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, yang dikenal atas aksi sosial dan kepeduliannya kepada masyarakat.

Penyerahan santunan tersebut merupakan wujud solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan rekan-rekan seangkatan terhadap keluarga yang ditinggalkan almarhum. Bantuan itu juga diharapkan dapat bermanfaat bagi istri dan anak almarhum.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Salah satu perwakilan angkatan, Iptu Jumadil Firdaus, menyampaikan bahwa santunan tersebut telah diserahkan langsung kepada istri almarhum. Ia juga menyampaikan pesan terima kasih dari keluarga atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh angkatan BSG, ZLS, dan STS Aceh.

“Terima kasih banyak dari pihak keluarga kepada kita semua. Semoga kita selalu sehat, panjang umur, mudah rezeki, dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan melalui perwakilan angkatan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Sebelumnya diketahui, Aipda Jonni Rahmad mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 01.30 WIB, setelah menjalani perawatan akibat tumor mediastinum.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat yang pernah merasakan langsung kebaikan dan kepeduliannya. Semasa hidup, almarhum dikenal aktif membantu warga yang membutuhkan, di antaranya membangun empat rumah bagi keluarga fakir miskin dan merehabilitasi tiga rumah lainnya.

Kini, ketika almarhum telah tiada, perhatian dan solidaritas rekan-rekannya menjadi pengingat bahwa ikatan persaudaraan dan kebaikan yang ditinggalkan tetap hidup, sekaligus menghadirkan dukungan bagi keluarga yang melanjutkan kehidupan tanpa sosok suami dan ayah tercinta.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait