ACEH BARAT DAYA – Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Bendungan Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada Sabtu (2/5/2026). Seorang bocah bernama Reza (12), warga Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai yang tiba-tiba membesar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat korban bersama sejumlah teman sebayanya mandi di sekitar bendungan. Aktivitas tersebut awalnya berlangsung seperti biasa, tanpa tanda-tanda bahaya. Namun, situasi berubah drastis ketika debit air sungai mendadak meningkat, diduga akibat hujan di wilayah hulu.
Arus yang semakin deras membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri ke tepian. Dalam hitungan detik, Reza terseret arus dan menghilang dari pandangan teman-temannya yang panik menyaksikan kejadian tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya, Mukhsin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Infonya benar. Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama masyarakat sedang melakukan pencarian di lokasi kejadian,” ujar Mukhsin.
Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR, aparat setempat, serta warga yang turut membantu menyisir aliran sungai. Proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi arus yang masih cukup deras dan berpotensi membahayakan tim di lapangan.
Mukhsin menjelaskan, kejadian ini menjadi pengingat serius akan bahaya aktivitas di sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Ia menegaskan bahwa peningkatan debit air dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan, khususnya di wilayah bendungan atau aliran sungai yang terhubung dengan daerah hulu.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya dan melarang mereka mandi di sungai saat hujan. Kondisi air bisa berubah sangat cepat dan berbahaya,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh tim akan berupaya maksimal untuk menemukan korban. Harapan besar disampaikan agar Reza dapat segera ditemukan.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian kecelakaan air yang melibatkan anak-anak di Aceh, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama di musim hujan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban segera ditemukan.(**)






