Inflasi Aceh Turun, Harga Dijaga Jelang Idul Adha

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi jelang Idul Adha, seiring tren penurunan inflasi Aceh pada April 2026.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh – Pemerintah Aceh mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi. Pada April 2026, inflasi daerah tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan (month-to-month) dan 3,88 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini turun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,31 persen, sekaligus semakin mendekati target inflasi nasional di kisaran 2,5 persen ±1 persen.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyebut tren positif ini sebagai hasil kerja bersama lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Inflasi Aceh semakin terkendali. Ini buah dari sinergi dan langkah konkret seluruh pihak, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ujarnya.

Secara tahunan, inflasi masih dipengaruhi sejumlah komoditas utama seperti beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, rokok, dan daging ayam ras. Sementara secara bulanan, kenaikan harga ikan serta tarif angkutan udara menjadi pemicu utama.

Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 4,93 persen, dipicu gangguan distribusi akibat banjir dan longsor. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,14 persen.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menggencarkan berbagai program strategis. Sepanjang April, sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, hingga Pasar Tani dan fasilitasi distribusi pangan.

Intervensi difokuskan pada wilayah terdampak bencana serta kota Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan komoditas utama seperti beras, gula pasir, telur ayam ras, dan minyak goreng. Upaya memperlancar distribusi logistik lintas wilayah juga terus diperkuat guna menekan biaya transportasi dan menjaga harga tetap stabil.

Memasuki Mei 2026, menjelang Idul Adha, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan. Di antaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di 11 kabupaten/kota, Operasi Pasar di lima kota IHK, serta distribusi gula konsumsi sebanyak 284 ton dan minyak goreng curah 36 ton.

Selain itu, Dinas Pertanian rutin menggelar Pasar Tani di Banda Aceh sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan segar dengan harga terjangkau.

Mualem turut mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, dalam menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas keamanan.

“Peran semua pihak sangat penting, terutama dalam memastikan distribusi pangan tetap lancar dan situasi tetap kondusif,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian inflasi juga didukung sinergi bersama berbagai lembaga seperti Bank Indonesia Perwakilan Aceh, BPS Aceh, Satgas Pangan, hingga Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

“Kolaborasi ini penting untuk menghadirkan sistem peringatan dini serta pengawasan harga di lapangan,” jelasnya.

Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan pangan, guna melindungi daya beli masyarakat serta memperkuat stabilitas ekonomi daerah.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait