Kawanan Gajah dan Harimau Berkumpul Beri Tanda Bencana Alam

TAPAK HARIMAU: Di atas tanah berlumpur yang belum begitu kering, jejak tapak harimau ditemukan di daerah Bebuli, Mendale, Takengon, Jumat 12 Desember 2025. Kawasan ini adalah salah satu lokasi yang tersapu longsor dan banjir bandang, pada 26 November 2025 lalu. FOTO: YUSRA AMRI DAUD/ACEHINDEPENDENT.COM
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

TANAH GAYO, ACEHINDEPENDENT | Siapa sangka ketika manusia tidak dapat memperkirakan bencana besar akan datang, tetapi hewan telah duluan membaca tanda-tanda itu. Terbukti, kawanan gajah dan harimau berkumpul di satu tempat yang dianggap aman.

Peristiwa tersebut terjadi pada 23 November 2025, di Desa Rikit Indah, Kecamatan Permatan, Bener Meriah. Dua hari sebelum banjir bandang dan tanah longsor menerjang sebagian wilayah kabupaten beribukota Redelong itu.

Bacaan Lainnya

“Banyak warga kampung yang melihat kawasan gajah dan harimau itu berada di sana,” kata Sabardi, kepada acehindependent.com

Kawasan itu adalah salah satu lumbung kopi dataran tinggi Gayo. “Desa Rikit Indah kurang lebih dihuni 200 kepala keluarga,” ujar pria berjanggut panjang itu memperkirakan.

Saat keberadaan satwa yang dilindungi diketahui warga berada di kawasan perkebunan mereka, masyarakat setempat tidak berani mengusir. Hanya menjaga jarak sekitar 200 meter.

“Rumah warga dengan kebun-kebun mereka jaraknya tidak jauh. Kira-kira 200 meter. Yang pasti beberapa orang melihat banyak gajah-gajah. Kalau dihitung mungkin mencapai 50. Dan harimau delapan ekor,” jelas bapak tiga anak itu.

 

Sejumlah warga yang sejak awal berada di tempat ini, tidak sadar keberadaan tapak ini. Setelah ditanya acehindependent.com dan mengetahui pemandangan tersebut, meyakini itu adalah tapak harimau.

Meski warga dihantui ketakutan bakal diserang, namun tidak meninggal desa mereka. Dengan itensitas hujan yang tinggi, bertahan di dalam rumah dan sebagian berjaga di teras memantau kemungkinan yang bakal terjadi.

Diketahui, Rikit Indah diapit dua desa lainnya, Istiqomah dan Pantan Antara. Keberadaan kawanan satwa itu disebut mencapai seminggu. “Dari tanggal 23 sampai 29 November. Berarti dari hari Minggu sampai Sabtu,” kata Sabardi seraya melihat kelender.

Meski hewan yang dilindungi itu bertahan seminggu di perkebunan warga, hanya merusak satu gubuk atau rumah kebun. “Lalu mereka pergi dan tak nampak seperti ingin menyerang ke pemukiman warga,” sahut Idrus, diamini Sabardi.

Informasi dari kedua warga berkerabat tersebut mengatakan, Rikit Indah dan sebagian kawasan dua desa yang mengapit, tidak diterjang banjir bandang maupun longsor.

“Gajah-gajah dan harimau-harimau itu mungkin tahu di mana tempat aman. Kan instingnya lebih tajam,” imbuh Sabardi.

Hari ini, 13 Desember 2025, adalah kesekian harinya pasca bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Tanah Gayo; Bener Meriah-Aceh Tengah, pada 25 November 2025 lalu. Cerita lain di balik berita duka ini, masih ada kisah lainnya yang akan tercatat. []

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait