Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi Polisi Ungkap Pencurian Meteran Air

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengapresiasi langkah cepat jajaran Polresta Banda Aceh yang berhasil mengungkap kasus pencurian meteran air yang meresahkan masyarakat di Banda Aceh dan sekitarnya. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengapresiasi langkah cepat jajaran Polresta Banda Aceh yang berhasil mengungkap kasus pencurian meteran air yang meresahkan masyarakat di Banda Aceh dan sekitarnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Irwansyah menyusul keberhasilan Unit V Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian meteran air di sejumlah lokasi.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Menurut Irwansyah, pengungkapan kasus tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini merasa khawatir terhadap maraknya kehilangan meteran air di lingkungan tempat tinggal mereka.

Ia menilai, pencurian meteran air bukan sekadar menimbulkan kerugian materi bagi masyarakat. Hilangnya perangkat tersebut juga dapat mengganggu kebutuhan warga terhadap layanan air bersih karena meteran merupakan bagian penting dari jaringan pelayanan air ke rumah pelanggan.

“Apresiasi saya kepada jajaran Polresta Banda Aceh dan terima kasih atas keberhasilan menangkap pelaku pencurian meteran air ini. Ini tentunya akan memberikan rasa nyaman kepada warga Kota Banda Aceh,” ujar Irwansyah.

Politisi PKS itu mengatakan, berdasarkan hasil pengungkapan sementara, dua terduga pelaku diketahui bukan warga Banda Aceh. Keduanya mengaku telah melakukan pencurian meteran air di sejumlah lokasi.

Dari pemeriksaan awal kepolisian, aksi pencurian tersebut bahkan diduga telah dilakukan di 13 lokasi.

Irwansyah berharap keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi momentum bagi kepolisian untuk terus meningkatkan respons terhadap berbagai laporan masyarakat, terutama kasus-kasus yang secara langsung mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.

“Saya berharap pihak kepolisian semakin solid dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Banda Aceh,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada personel kepolisian yang dinilai cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil menemukan dan mengamankan kedua terduga pelaku yang masih berada di wilayah Kota Banda Aceh.

Berawal dari Laporan Warga

Kasus tersebut bermula ketika seorang warga Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mendapati meteran air miliknya hilang pada Kamis, 3 September 2026.

Kehilangan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polresta Banda Aceh. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya aksi serupa di lokasi lain.

Penyelidikan dilakukan Unit V Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh dengan mengumpulkan informasi dan menelusuri keberadaan orang-orang yang diduga berkaitan dengan pencurian meteran air tersebut.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, polisi mengamankan dua pria di kawasan tepi kali, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Keduanya masing-masing berinisial SA (30), warga Aceh Selatan, dan FM (24), warga Pidie.

Dalam pemeriksaan awal, kedua pria tersebut mengakui telah melakukan pencurian meteran air di sejumlah lokasi. Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh polisi, terdapat 13 lokasi yang menjadi sasaran aksi pencurian.

Pengungkapan ini diharapkan dapat mengakhiri keresahan warga yang sebelumnya khawatir menjadi korban berikutnya.

Irwansyah menegaskan, keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kasus-kasus besar, tetapi juga menyangkut gangguan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia mendorong kepolisian terus mempertahankan kecepatan dalam merespons laporan warga serta menindak berbagai bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat.

Keberhasilan mengungkap kasus pencurian meteran air tersebut, menurutnya, juga menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada aparat penegak hukum.

Dengan adanya pengungkapan tersebut, masyarakat diharapkan kembali merasa aman dan tidak khawatir terhadap aksi pencurian meteran air yang sebelumnya terjadi di sejumlah kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait