Bahkan, pencapaian tersebut dinilai perlu digarisbawahi serta diberikan kesempatan selanjutnya untuk memimpin PSSI Aceh periode 2026-2030. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Harian Persimura Beureneun, Marzuki yang akrab disapa Abu Seulawah, saat menyatakan dukungan penuh agar Nazir Adam kembali memimpin organisasi PSSI Aceh pada periode mendatang.
Widget Artikel Samping
Mengingat Nazir Adam memiliki rekam jejak, capaian prestasi sepak bola Aceh, serta prestasi individu pemain eks PON Aceh, kepengurusan dan jabatan Ketum PSSI Aceh dinilai layak direkomendasikan kembali oleh para voters.
Menurut Marzuki, selama kepemimpinan Nazir Adam, terdapat perkembangan signifikan dalam pembinaan sepak bola Aceh, khususnya peningkatan sumber daya manusia di bidang kepelatihan dan perwasitan.
“Peningkatan SDM di bidang kepelatihan dan perwasitan berjalan sangat pesat. Kita di Aceh sekarang tidak kekurangan pelatih dan wasit,” ungkap Abu Seulawah dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak media pada Senin (24/08) malam.
Selain peningkatan SDM, ia menilai keberlangsungan kompetisi usia dini menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan sepak bola Aceh. Kompetisi kelompok usia U-10, U-12, U-13, U-15, dan U-17 berlangsung setiap tahun, sementara kompetisi Liga 4 juga dinilai berjalan dengan baik serta memberikan ruang bagi pemain dan klub untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Kompetisi dari usia dini U-10, U-12, U-13, U-15 dan U-17 berjalan setiap tahunnya. Begitu juga kompetisi Liga 4 berjalan sangat bagus,” kata Marzuki.
Persimura juga memberikan perhatian khusus terhadap prestasi sepak bola Aceh di bawah kepemimpinan Nazir Adam, seperti raihan medali perak pada ajang PON Papua 2020/2021, perunggu pada PON Aceh-Sumut 2024, serta medali emas di ajang PORWIL se-Sumatra 2019.
Capaian prestasi tersebut merupakan hasil penting yang patut diperhitungkan dalam mengevaluasi kepemimpinan PSSI Aceh yang sebelumnya sempat lama puasa medali cabor sepak bola di ajang PON sejak meraih perak pada PON 1993. Jarak prestasi tersebut langsung dipotong di bawah kepengurusan Nazir Adam periode 2018-2022 dan 2022 hingga sekarang, diawali kesuksesan medali emas PORWIL Bengkulu 2019, medali emas PON 2020, hingga perunggu PON 2024 yang dinilai sebagai prestasi luar biasa.
Marzuki berpandangan bahwa kepemimpinan organisasi sepak bola membutuhkan kesinambungan program. Pembinaan pemain usia dini, kompetisi rutin, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga pencapaian prestasi nasional harus menjadi satu kesatuan dalam membangun ekosistem sepak bola Aceh. Oleh karena itu, ia mendukung penuh Nazir Adam untuk melanjutkan kepemimpinan PSSI Aceh periode 2026-2030 demi memperkuat pembinaan dari tingkat akar rumput dan membawa prestasi Aceh ke level nasional yang lebih tinggi.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News