ACEH INDEPENDENT, Aceh Tenggara – Kodim 0108/Agara Buka Bekisting, Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia kembali terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Jambur Mamang, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi yang kuat dengan melaksanakan kegiatan pembukaan mal (bekisting) pondasi tiang pylon jembatan gantung, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan yang nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat. Sejak pagi hari, Babinsa bersama warga bergotong royong membuka bekisting pondasi yang sebelumnya digunakan dalam proses pengecoran beton. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan terhadap hasil pengecoran guna memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan standar teknis yang telah direncanakan.
Koordinator lapangan, Serma Supiyanto, menjelaskan bahwa pembukaan bekisting baru dapat dilakukan setelah beton mencapai tingkat kekuatan yang cukup. Tahapan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengecoran sekaligus memastikan pondasi tiang pylon memiliki kualitas yang baik sehingga siap dilanjutkan ke tahapan pembangunan berikutnya.
“Pembukaan mal pondasi ini merupakan bagian dari rangkaian pekerjaan pembangunan jembatan gantung. Kami ingin memastikan hasil pengecoran pondasi tiang pylon benar-benar kuat, kokoh, dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lancar dan menghasilkan konstruksi yang aman serta memiliki daya tahan dalam jangka panjang,” ujar Serma Supiyanto.
Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Gantung Perintis hingga saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, progres pengecoran pondasi tiang pylon pada sisi tepi jauh telah mencapai sekitar 30 persen, sedangkan pekerjaan pengecoran pondasi angkur tepi jauh telah mencapai 39 persen.
Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah, dan masyarakat yang terus bergotong royong setiap hari demi mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga.
Selain dukungan tenaga kerja, ketersediaan material pembangunan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan. Berbagai kebutuhan utama seperti semen, pasir, batu gunung, batu split, besi konstruksi, tali seling, serta perlengkapan pendukung lainnya telah tersedia di lokasi pembangunan. Dengan terpenuhinya kebutuhan material tersebut, seluruh tahapan pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi motor penggerak semangat gotong royong. Melalui pendampingan secara langsung di lapangan, Babinsa terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap kompak dan bersemangat dalam menyelesaikan pembangunan jembatan yang menjadi harapan bersama.
Serma Supiyanto menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis memiliki nilai strategis bagi masyarakat Desa Jambur Mamang dan desa-desa di sekitarnya. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, terutama saat mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun kegiatan ekonomi lainnya.
“Jembatan ini nantinya akan menjadi sarana transportasi yang sangat penting bagi masyarakat. Dengan adanya jembatan gantung, mobilitas warga akan menjadi lebih mudah, aman, dan cepat. Distribusi hasil pertanian juga akan semakin lancar sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TNI AD melalui Babinsa akan terus mendampingi seluruh proses pembangunan hingga jembatan selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pendampingan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material, pembuatan pondasi, pengecoran, hingga berbagai pekerjaan konstruksi lainnya. Kebersamaan yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga akses antarwilayah menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Keberadaan jembatan nantinya diyakini akan membuka peluang yang lebih besar bagi perkembangan sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Jambur Mamang dan sekitarnya.
Salah seorang warga Desa Jambur Mamang, Taslim (57), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0108/Aceh Tenggara, yang selama ini terus mendampingi masyarakat dalam proses pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang selalu hadir membantu masyarakat. Pembangunan jembatan ini sudah lama menjadi harapan kami karena akan sangat memudahkan akses warga untuk bekerja, membawa hasil kebun, maupun memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Kami melihat Babinsa bukan hanya memberikan arahan, tetapi ikut bekerja bersama masyarakat di lapangan. Semoga pembangunan jembatan ini segera selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga,” ungkap Taslim.
Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Jambur Mamang diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







