Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Prof. Dr. Mahfud MD, akhirnya angkat bicara menanggapi dinamika sosial-politik yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Dalam sebuah pernyataannya, Mahfud menekankan pentingnya menjadikan setiap peristiwa sebagai bahan pembelajaran agar bangsa ini tidak terus terjebak dalam siklus kesalahan yang sama.
“Ya karena peristiwa itu bukan sekadar kejadian, melainkan juga pelajaran. Kita tidak boleh hanya melihat dari sisi sensasi atau emosinya saja, tetapi harus mampu mengambil hikmah dan membangun sistem agar hal-hal serupa tidak lagi terulang,” ujar Mahfud.
Mahfud menilai, masyarakat Indonesia sering kali cepat bereaksi terhadap isu atau peristiwa besar, tetapi kurang dalam membangun kesadaran bersama untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Menurutnya, bangsa ini harus belajar dari sejarah dan menegakkan aturan secara konsisten.
“Kalau setiap peristiwa hanya lewat begitu saja, tanpa ada evaluasi mendalam, kita akan terus berputar di lingkaran yang sama. Negara ini butuh ketegasan hukum, transparansi, dan keadilan. Jangan sampai kepercayaan publik terkikis karena kita gagal mengelola setiap krisis yang muncul,” tegasnya.
Lebih jauh, Mahfud mengingatkan bahwa peristiwa-peristiwa besar yang menyangkut kepentingan publik—baik politik, ekonomi, maupun hukum—harus ditangani dengan bijaksana. Ia menegaskan, penyelesaian yang bersifat tambal sulam hanya akan memperburuk keadaan.
“Yang paling penting adalah keseriusan dalam membenahi sistem. Jangan hanya sibuk dengan pencitraan. Rakyat menunggu langkah nyata, bukan sekadar wacana. Setiap kejadian adalah cermin dari bagaimana tata kelola negara ini berjalan. Maka, pembenahan harus dimulai dari hal paling mendasar: penegakan hukum tanpa pandang bulu,” kata Mahfud.
Mahfud juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Menurutnya, stabilitas bangsa hanya bisa terjaga jika rakyat dan pemerintah mampu berjalan beriringan.
“Kalau rakyatnya emosional, pemerintahnya tidak tegas, maka bangsa ini akan rapuh. Kita harus bersatu menghadapi setiap tantangan dengan kepala dingin dan langkah terukur. Peristiwa apa pun yang terjadi, mari kita jadikan sebagai momentum perbaikan, bukan sekadar bahan perdebatan tanpa arah,” pungkasnya.
Pernyataan Mahfud MD ini menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa yang mengguncang kehidupan bangsa seharusnya tidak hanya menimbulkan kegaduhan sesaat, tetapi juga membuka jalan untuk perubahan yang lebih baik.(**)






