Masyarakat Aceh di Minta Tolak Kedatangan Rohingya

Sejumlah para etnis Rohingya yang telah berada di laut Aceh dari bulan Oktober 2023 sampai bulan November 2023, para etnis Rohingya menuju ke Aceh menggunakan perahu kayu dengan berjumlah 1.500 jiwa tergolong dari orang dewasa dan anak anak.
Mereka turun ke Aceh karna ada dukungan dari petugas UNHCR dan IOM, sebelum mereka ke Aceh mereka telah disediakan kartu bebas jalan yang dibuat oleh pihak UNHCR.
Mereka turun ke pesisir Pantai Aceh berpura pura cari makan dan cari perlindungan dari orang Aceh, padahal mereka ke Aceh ingin menguasai tanah Aceh.
Sebelumnya mereka pernah menguasai tanah Malaysia akan tetapi tidak sanggup menguasai hingga diusir dari tanah Malaysia. Namun target mereka di tahun 2025 mereka akan mengambil alah tanah milik orang Aceh menjadikan tempat tinggal mereka.
Hal ini dikatakan karna pihak petugas UNHCR telah berkomitmen dengan PPB untuk melindung pihak etnis Rohingya yang akan turun ke Aceh dan akan disediakan tempat tinggal untuk mereka.
Target para etnis Rohingya turun ke Aceh dengan tiga titik lokasi yang pertama Kecamatan Muara Tiga, Kecamatan Batee, Kecamatan Kembang Tanjong, 10 perahu kayu yang akan mendarat ke pesisir pantai pada bulan November 2023.
Ke 10 kapal itu dengan jumlah total 1.500 jiwa termasuk orang dewasa dan anak anak, namun dalam satu kapal itu memiliki 200 jiwa. Bahkan yang melarikan diri dalam satu perahu 9 jiwa tujuan melarikan diri agar mereka bisa berkomunikasi dengan perahu lainnya.
Dengan adanya bantuan dari pihak UNCHR mereka mudah keluar masuk apalagi mereka menggunakan kartu UNHCR agar pihak pemerintah Aceh tidak bisa bertindak karna menggunakan kartu UNHCR, yang berhak mengambil tindakan dari pihak UNCHR dan IOM.
Menurut laporan yang telah beredar di Malaysia mereka akan akan pergi ke Aceh dengan alasan menjemput keluarga, padahal mereka ingin bergabung dengan para pengungsi yang di tampung oleh petugas UNHCR.
Sebelum mereka berangkat dari kampung halaman mereka telah memiliki kartu dari UNHCR, namun pihak UNHCR pura pura tidak tahu bahwa mereka bisa membantu mereka.
Yang kita takuti selama ini mereka telah mengetahui semua kondisi Aceh, banyak bergabung dari pihak UNCHR yang bekerja dibawah UNHCR.
Mereka bergabung dengan pihak petugas UNHCR dengan alasan juru bahasa padahal itu trik mereka agar masyarakat tidak mudah curiga. Bila ada warga Aceh atau pihak pemerintah setempat menolak akan berurusan dengan pihak UNHCR.
Jika kita menolak para etnis Rohingya yang pasti berurusan dengan pihak UNHCR bukan berurusan dengan pihak penegak hukum, jangan caba menolak akan tetapi saat dibawa kelokasi disitulah kita menolak jangan tinggalkan disini.
Memang makan dan biaya hidup sudah ditanggung oleh kerajaan Rohingya, mereka melibatkan negara negara agar masyarakat bisa di bodohkan oleh pihak UNHCR.
Kami masyakarat Aceh yang berada di luar negeri berharap kepada pemerintah Aceh Agara para etnis Rohingya yang mendarat ke pesisir pantai Aceh segera di kembalikan ke negara mereka, apa lagi yang telah di berikan tempat tinggal segara dikembalikan ke negara mereka.
Pihak UNHCR juga telah menguasai pemerintah Aceh untuk membebaskan para etnis Rohingya keluar masuk ke wilayah Aceh, dengan karna itu pihak UNHCR mengarahkan mendarah di kabupaten Pidie.
Mereka sasaran mendarat wilayah kecamatan muara tiga, Batee, Kembang Tanjong. Saat ini para etnis Rohingya dalam perjalan menuju Aceh sebanyak 6 kapal. dalam satu kapal mereka memilik 200 orang yang akan berlayar ke Aceh.
Kita berharap kepada orang Aceh agar para Rohingya segera di tolak lagi kelaut Agar mereka tidak berani lagi mendarat di kabupaten Pidie. Jika mereka menginjak tanah Aceh mereka akan menguasai tanah Aceh, mereka berani karena ada dukungan dari pihak UNCHR tersebut.
Alfuadi warga Bireun saat ini berada di Malaysia mengungkapkan misi dan misi para etnis Rohingya, mereka sebelum berangkat ke Aceh telah sediakan kartu indetitas dari UNHCR untuk bebas keluar masuk ke Indonesia.
Mereka telah diberikan surat jaminan oleh UNHCR agar mereka bebas keluar masuk ke Aceh itupun dukungan dari pihak UNCHR tersebut. Kata Alfuadi.
Rizal warga Lhokseumawe juga mengatakan pihak Rohingya telah tersebar di wilayah laut Aceh mereka akan turun satu persatu perahu mencari tempat aman dan tempat perlindungan dari UNHCR.
Mereka berani mendarat dengan adanya kerja sama dengan pihak UNHCR dan IOM, jika masyakarat menolak dan tidak menerima yang jelas pihak UNHCR mengambil tindakan agar mereka tetap tinggal di Aceh. (*Ahmadi Dari masyarakat Aceh yang berada di Malaysia*)

Pos terkait