Dampak BBM “Raib” Di Pasaran Pasca Bencana Alam
ACEHINDEPENDENT.COM, TAKENGON – Hari kesepuluh pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh bagian tengah, bahan bakar minyak (BBM) betul-betul krisis. Bila diibaratkan; “raib” di pasaran. Kini, thinner menjelma menjadi alternatif.
Tak ada pilihan lain. Menjelmanya bahan yang umumnya diketahui untuk campuran cat minyak itu menjadi BBM diakui Nanang kepada acehindependent.com.
“Apa boleh buat, dari pada sepeda motor saya tidak bisa jalan, saya mengganti bahan bakarnya dengan thinner,” kata Nanang, usai shalat magrib di Masjid Jami’ Arrahman Takengon, Rabu, 3 Desember 2025.
Nanang mengisi sepeda motornya merk Virza, karena hendak memastikan keberadaan keluarganya di kawasan Simpang Balik Kabupaten Bener Meriah, pasca bencana 25 November 2025 lalu.
“Saya isi lima liter. Terisi empat garis. Setelah pulang pergi, masih tersisa dua garis lagi,” akunya mantap, seraya meyakinkan alternatif tersebut justru lebih membuat suara mesin kendaraannya “jernih”.
“Coba saja. Ini dengar suaranya lebih jernih,” kata Nanang, lalu menstarter sepeda motornya. Lima liter thinner yang ia beli di toko bangunan senilai Rp.135.000.
“BBM di pasaran sudah “raib”, setelah bencana alam yang menimpa daerah kita ini. Inilah salah satu dampak yang kita alami,” katanya lirih.
Terpisah, pemilik toko bangunan Sinar Jaya Kebayakan Takengon yang ditemui, Kamis (4/12/2025), mengatakan sejak dua hari lalu banyak konsumen yang membeli thinner di tokonya.
“Stok sudah mulai berkurang. Banyak yang beli. Saya dengar untuk pengganti BBM,” kata pria yang bisa disapa bang Jaya tersebut.
Bang Jaya tidak tahu pasti apakah dengan menggunakan thinner untuk BBM kendaraan akan beresiko kerusakan mesin. Secara kebetulan seorang pria paham mekanik yang berada di tempat tersebut berujar, dapat mengakibatkan kebakaran.
“Bila ada percikan api sedikit saja, atau ada kabel robek di mesin, api dengan gampang menyambar,” katanya.
Dihimpun dari berbagai sumber, thinner adalah cairan pelarut yang digunakan untuk mengencerkan cat, vernis, atau lem. Biasanya digunakan dalam industri cat, perbaikan otomotif, dan perawatan permukaan. Thinner memiliki sifat mudah menguap, tidak berwarna, dan memiliki bau khas.
Selain itu, thinner juga berfungsi sebagai pembersih untuk peralatan pengecatan seperti kuas dan rol, serta untuk membersihkan permukaan sebelum pengecatan.
Pun demikian, Dewi (33) yang ditemui di kawasan Pasar Inpres Takengon berujar, bila memang tidak ada solusi lain, menggunakan thinner untuk pengganti BBM adalah pilihan.
“Kalau memang harus, apa daya kita. BBM sudah gak ada lagi dijual. Sudah hilang atau bisa disebut raib di pasaran. Pemerintah pun belum bisa berbuat lebih untuk memberi solusi,” katanya.
Dewi juga mengatakan, yang menjadi persoalan adalah, tidak mungkin mobilisasinya terhambat, hingga profesinya sebagai wiraswasta ikut tersumbat. “Saya rasa banyak warga yang lebih sulit. Tapi masa depan dan ekonomi harus segera dibenahi,” tutupnya. []






