BANDA ACEH – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seorang jamaah haji asal Kabupaten Aceh Besar, Mahdi Muhammad Sufi (60), dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, setelah menjalani perawatan akibat penyakit ginjal kronis yang dideritanya.
Almarhum merupakan anggota Kelompok Terbang (Kloter) 02 Embarkasi Banda Aceh (BTJ) dan berasal dari Dusun Lampaseh Li-Eue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Mahdi Muhammad Sufi mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 08.30 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Mekkah.
Kepergian almarhum menambah daftar jamaah haji Aceh yang wafat selama menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Hingga saat ini, jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia telah mencapai tujuh orang.
Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh, Darwin, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Mahdi Muhammad Sufi. Menurutnya, almarhum sebelumnya mendapatkan penanganan medis intensif akibat penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease yang telah lama dideritanya.
“Atas nama PPIH Embarkasi Banda Aceh dan seluruh petugas haji, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Darwin.
Ia menjelaskan, seluruh proses penanganan jamaah yang sakit hingga meninggal dunia di Tanah Suci dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Petugas haji juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga serta rombongan jamaah yang ditinggalkan.
Wafatnya Mahdi Muhammad Sufi menjadi pengingat bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang tidak hanya membutuhkan kesiapan mental dan finansial, tetapi juga kondisi fisik yang prima. Cuaca ekstrem dengan suhu tinggi serta aktivitas ibadah yang padat sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Data PPIH mencatat, sebelum Mahdi Muhammad Sufi, enam jamaah haji asal Aceh lainnya telah lebih dahulu meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka adalah Nurwaida Muhammad Yusuf (76) asal Bireuen, Maimunah Yusuf Ali (72) asal Aceh Tamiang, Siti Salmijah (83) dan Aminah Ahmad (76) asal Pidie Jaya, Sulasry Abdul Gani (74) asal Bireuen, serta Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (74) asal Pidie.
Mayoritas jamaah yang wafat merupakan kelompok lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta seperti gangguan jantung, hipertensi, dan komplikasi penyakit kronis lainnya. Faktor usia dan kondisi kesehatan menjadi tantangan serius selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.
Meski demikian, petugas kesehatan dan petugas haji terus bekerja maksimal memberikan pelayanan kepada seluruh jamaah Aceh yang masih berada di Tanah Suci. Pemeriksaan kesehatan rutin, pendampingan medis, hingga edukasi mengenai pola istirahat dan konsumsi cairan terus dilakukan guna mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius.
PPIH Embarkasi Banda Aceh juga mengimbau seluruh jamaah untuk mematuhi arahan petugas kesehatan, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak saat cuaca sangat panas, memperbanyak minum air putih, serta segera melapor apabila mengalami keluhan kesehatan.
Masyarakat Aceh pun diajak untuk mendoakan seluruh jamaah haji yang sedang menunaikan ibadah agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah hingga kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum Mahdi Muhammad Sufi mendapatkan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini.”(**)







