Olahraga Jadi Wajah

Warga Kanada Menyesalkan Piala Dunia 2026

#Sambutan Hangat Piala Dunia 2026 Bikin Amerika Serikat Makin Dicintai Suporter

ACEH INDEPENDENT, New York – Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, banyak suporter internasional meragukan kesiapan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kekhawatiran mengenai visa, biaya perjalanan yang mahal, tingginya angka kekerasan senjata, hingga minimnya budaya sepak bola sempat menjadi sorotan.

Namun, seiring bergulirnya turnamen, pandangan tersebut mulai berubah. Media sosial dipenuhi cerita positif dari para penggemar yang mengunjungi Amerika Serikat untuk pertama kalinya. Mereka terkesan dengan keramahan warga lokal, budaya unik Amerika, toko yang buka 24 jam, minuman bersoda dengan isi ulang gratis, hingga kuliner khas seperti chicken wings dengan saus ranch.

Bacaan Lainnya
Ads

Salah satu suporter Skotlandia dari kelompok pendukung “Tartan Army”, Gail Nicholl, mengaku mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan saat berada di Boston menjelang laga timnya melawan Haiti.

“Saya bertemu dua perempuan luar biasa dari Boston yang sedang merayakan ulang tahun. Saya membelikan mereka minuman dan mereka terus mengatakan, ‘Selamat datang di Boston, Massachusetts!’ Mereka menyukai kami dan kami juga menyukai mereka. Semua orang sangat ramah dan baik,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan banyak penggemar dari berbagai negara. Seorang suporter Swiss bahkan menulis di forum Reddit bahwa hal baru yang paling berkesan baginya adalah betapa ramah dan terbukanya masyarakat Amerika.

Olahraga Jadi Wajah Amerika

Meski citra Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir sering dipengaruhi kebijakan politik yang kontroversial dan slogan “America First”, para ahli olahraga menilai Piala Dunia dapat menjadi sarana efektif untuk memperbaiki persepsi dunia.

Pendiri Program Industri Olahraga Universitas Samford di Alabama, Darin White, mengatakan olahraga sering menjadi pengalaman emosional pertama yang memperkenalkan suatu negara kepada para pengunjung.

“Beranda rumah adalah hal pertama yang dilihat tamu sebelum masuk ke dalam. Olahraga memiliki fungsi yang sama bagi kota, negara bagian, dan negara. Ini sering menjadi pengalaman emosional pertama yang membuat seseorang mengenal sebuah tempat yang sebelumnya tidak terlalu mereka perhatikan,” kata White.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga besar mampu mengubah stereotip yang telah lama melekat terhadap suatu negara.

Menjelajahi Amerika di Luar Kota Wisata

Salah satu hal menarik dari Piala Dunia 2026 adalah penyebaran lokasi pertandingan yang tidak hanya berada di kota-kota wisata populer seperti New York, Los Angeles, atau Orlando, tetapi juga di Kansas City, Atlanta, Houston, Dallas, dan Seattle.

Di Kansas City, para pendukung Argentina mencoba cita rasa barbecue khas daerah tersebut yang menggunakan teknik “dry rub”. Meski mengakui tetap lebih menyukai asado khas Argentina, mereka mengaku menikmati pengalaman kuliner baru tersebut.

Sementara itu, di Dallas, suporter Jerman Maximilian Kirch terlihat bangga mengenakan topi koboi khas Texas setelah mencicipi barbecue lokal.

White menilai pengalaman seperti mendapatkan bantuan dari warga lokal di bandara atau petunjuk arah dari orang asing merupakan bentuk diplomasi yang tidak terlihat, namun sangat efektif membangun citra positif Amerika Serikat.

Tantangan Masih Ada

Meski banyak kesan positif, sejumlah masalah masih menjadi perhatian. Cuaca panas di beberapa kota seperti Miami menjadi tantangan bagi pemain maupun suporter. Harga tiket pertandingan dan biaya perjalanan yang tinggi juga membuat sebagian penggemar mengurungkan niat datang langsung ke stadion.

Selain itu, kebijakan visa Amerika Serikat masih menjadi kendala bagi sebagian warga negara peserta. Pendukung dari Iran, Haiti, Pantai Gading, dan Senegal menghadapi pembatasan atau kesulitan masuk ke Amerika Serikat sehingga tidak semuanya dapat mendukung tim mereka secara langsung.

Meski demikian, banyak warga Amerika hadir di stadion untuk memberikan dukungan kepada tim-tim yang memiliki basis suporter kecil. Mereka tidak hanya mendukung Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara lain yang dianggap sebagai underdog.

Wali Kota Boston, Michelle Wu, berharap para penggemar yang datang selama Piala Dunia akan kembali berkunjung setelah turnamen berakhir.

“Kami berharap para pendukung Skotlandia akan terus kembali ke Boston. Nikmati pertandingan sekarang, tetapi kami juga ingin menyambut Anda kapan saja, di musim apa pun. Kota ini adalah rumah Anda,” ujarnya.

Dengan kombinasi sepak bola, keramahan warga, dan pengalaman budaya yang unik, Piala Dunia 2026 tampaknya menjadi ajang yang tidak hanya mempertemukan negara-negara di lapangan, tetapi juga mendekatkan masyarakat dunia dengan Amerika Serikat.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait