Webinar bertajuk “WOAH Epidemic Intelligence Webinar: Event-Based Surveillance for Animal Health in the Asia-Pacific” tersebut diselenggarakan oleh WOAH Regional Representation for Asia and the Pacific (RRAP) yang berpusat di Tokyo, Jepang, berkoordinasi dengan markas besar WOAH di Paris, Prancis.
Widget Artikel Samping
Dalam seri ketiga webinar tersebut, Prof. Teuku Reza menyampaikan materi berjudul “Bridging Academia and Communities: Strengthening One Health Workforce Capacity for Animal Disease Surveillance in Indonesia”. Ia memaparkan pengalaman penguatan kapasitas mahasiswa dan petugas kesehatan hewan di Indonesia, yang dijalankan dalam lima tahun terakhir melalui dukungan Indonesia One Health University Network (INDOHUN) serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI).
Prof. Reza mengungkapkan bahwa undangan dari lembaga kesehatan hewan dunia ini merupakan bentuk pengakuan atas kepakaran sumber daya manusia kedokteran hewan di USK.
“Semoga kesempatan baik ini dapat berkontribusi bagi penguatan rekognisi CENTROVETS dan USK di tingkat global. Kita berharap ke depan semakin banyak dosen USK yang memperoleh kesempatan berbagi kepakaran di lembaga internasional,” ujar Prof. Reza.
Selain Prof. Reza, webinar ini juga menghadirkan dua pakar dunia lainnya, yakni Dr. Khairina Akmar binti Khalid dari Department of Veterinary Services Malaysia, serta Dr. Mathieu Roche dari French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), Prancis.
Kegiatan berskala internasional ini diikuti oleh para delegasi dan focal point WOAH, serta para pemangku kepentingan sektor kesehatan hewan dari Benua Asia, Afrika, hingga Eropa.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News