Perpustakaan USK Raih Juara I Best Inclusive Library Award 2026

UPT Perpustakaan dan E-Learning Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Perpustakaan USK berhasil meraih Juara I kategori Best Inclusive Library Award dalam ajang Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) Award 2026. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – UPT Perpustakaan dan E-Learning Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Perpustakaan USK berhasil meraih Juara I kategori Best Inclusive Library Award dalam ajang Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) Award 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan pada 28 Oktober 2026 di Gedung Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS), Seminar Nasional, dan FKP2TN Award 2026 yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Penghargaan tersebut sejalan dengan tema MUNAS dan Seminar Nasional FKP2TN 2026, yaitu “Reimagining Academic Libraries: Advancing Learning, Research, and Inclusive Services.” Tema ini menekankan pentingnya transformasi perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran, penelitian, serta penyediaan layanan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh pengguna.

Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen USK dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan seluruh pemustaka.

Ia menjelaskan bahwa konsep perpustakaan inklusif tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan koleksi dan kemudahan akses informasi, tetapi juga mencakup upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh pengguna.

“Kami memandang bahwa perpustakaan inklusif bukan sekadar menyediakan koleksi dan akses terhadap sumber informasi, melainkan juga sebagai ruang belajar yang terbuka, nyaman, ramah, dan memberikan kesetaraan bagi setiap orang untuk memperoleh pengetahuan. Perpustakaan menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemustaka tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Suhartono mengungkapkan bahwa UPT Perpustakaan dan E-Learning USK terus melakukan berbagai pembenahan dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi informasi, serta perluasan akses terhadap sumber pengetahuan dan informasi bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Menurutnya, transformasi perpustakaan menjadi sebuah kebutuhan di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pengembangan literasi, dan pertukaran pengetahuan yang dapat diakses secara luas.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan seluruh pemustaka. Kami ingin memastikan bahwa perpustakaan benar-benar menjadi ruang belajar yang inklusif dan memberikan manfaat bagi semua kalangan,” ungkapnya.

Ia berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian institusi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya pelayanan yang mengedepankan kesetaraan, kemudahan akses, dan keberlanjutan.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini berkomitmen menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas. Kami berharap prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi sivitas akademika serta masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, UPT Perpustakaan dan E-Learning USK berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas fasilitas, serta mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan perpustakaan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi USK sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mendukung pemerataan akses pengetahuan, pengembangan literasi, dan peningkatan kualitas layanan akademik.

Sebagai informasi, FKP2TN merupakan forum kerja sama antarperpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya perpustakaan, memperkuat literasi informasi sivitas akademika, serta mengembangkan kolaborasi dan komunikasi ilmiah. Forum ini juga berperan dalam mendorong keterbukaan akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi melalui berbagai inisiatif open access di tingkat nasional maupun internasional.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait