Panen Jagung Manis di Lapas Sanana, Warga Binaan Didorong Mandiri dan Produktif

Warga binaan bersama petugas Lapas Kelas IIB Sanana saat melaksanakan panen jagung manis di lahan pertanian, Sabtu (18/4/2026), sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Sanana – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui kegiatan produktif. Pada Sabtu, 18 April 2026, jajaran Lapas bersama warga binaan melaksanakan panen jagung manis di lahan pertanian yang berada di lingkungan Lapas.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIT tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Panen dipimpin langsung oleh tim Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas, didampingi Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) beserta jajaran petugas. Sejumlah warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian bidang pertanian turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan ini.

Bacaan Lainnya

Panen jagung manis ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan. Melalui kegiatan ini, mereka dibekali pengalaman nyata dalam bidang pertanian, mulai dari proses penanaman hingga masa panen. Diharapkan, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Selain memberikan manfaat dari sisi pembinaan, kegiatan ini juga menjadi bentuk optimalisasi lahan yang tersedia di dalam lingkungan Lapas. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program ketahanan pangan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan bernilai ekonomis.

Program pertanian di Lapas Kelas IIB Sanana juga merupakan implementasi dari kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus utamanya adalah mendorong pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup mereka.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Interaksi antara petugas dan warga binaan terlihat harmonis, mencerminkan keberhasilan pendekatan pembinaan yang humanis dan partisipatif.

Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan warga binaan yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan program pembinaan berbasis keterampilan.

Dengan adanya kegiatan panen ini, Lapas Sanana tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga menjadi ruang produktif yang mampu mencetak individu yang lebih siap, terampil, dan berdaya guna di masa depan.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait